Uji Stamina, Civitas Tekkim Tiga Hari Genjot Sepeda

Published on
By

Bermodal semangat menggebu, seperti namanya badai “Cyclone”, klub ini bermaksud menaklukkan medan Gilimanuk-Singaraja PP. Segala persiapan dilakukan sekitar tiga hari sebelum pemberangkatan. Mulai persiapan mekanik sepeda hingga surat izin plus ‘restu’ dari Ketua Jurusan Prof. Tri Wijaya.

Berangkat dalam dua kelompok yang terdiri dari kelompok A (moda transportasi mobil) terdiri dari para “Dewan penasehat C3” yaitu Prof. Sugeng Winardi dan Prof. Nonot Suwarno, sedangkan kelompok B (moda Tranportasi kereta api) terdiri dari para anggota C3 (terdiri dari 10 orang. Tepat pukul 14.15 WIB kereta mulai bergerak meninggalkan stasiun.

Canda tawa menghiasi riuhnya penumpang di dalam gerbong. Maklum, menjelang libung panjang akhir pekan penumpang berjejal tidak menyisakan tempat untuk sekedar menyandarkan punggung. Sesekali terinjak pedagang yang setiap menit berlalu-lalang menawarkan dagangan dengan lengkingan suara khasnya. Tidak terasa perjalan sampai pada stasiun Klakah Lumajang seiring semakin lemahnya kaki menahan berat badan, waktu yang dinanti-nanti ternyata datang juga. Serombongan orang turun di stasiun Klakah-Lumajang hingga seluruh anggota Cylone bisa duduk semua.  Alhamdulillah.

Tepat pukul 23.00 WIB, rombongan sampai juga di stasiun Banyuwangi Baru. Satu persatu penumpang turun meninggalkan stasiun. Suasana mulai lengang, namun anggota Cyclone belum juga beranjak meninggalkan stasiun. Betul juga, ternyata menunggu adalah pekerjaan yang paling membosankan. Dalam kondisi lelah, anggota Cyclone harus menunggu sepeda diturunkan dari gerbong barang alias menunggu kereta langsir (memutar lokomotif untuk parkir).

Setelah hampir tiga jam penantian, akhirnya kelompok KA menuju dermaga penyeberangan menuju Gilimanuk  Bali sebagai titik temu kelompaok A dan B. Tanpa hambatan berarti anggota sampai juga menginjakan kaki di pulau Dewata pada pukul 03.00 WITA. Bali kami datang!

Esok harinya pukul 08.30 WITA, klub berkumpul dalam satu kelompok mulai mengayuh meyonsong rute Gilimanuk-Singaraja. Terlihat beberapa anggota sempat keteteran meladeni “genjot-juang” Prof. Sugeng Winardi yang juga menjabat Pembantu Rektor II ITS ini. Apalagi disusul Mbah Bekan (Subchan) yang sudah purna tugas  dengan usia 62 th masih saja “ngeyel” menggenjot pedal sepeda tuanya. Tentu saja menambah berkobarnya semangat anggota muda yang tidak mau kalah begitu saja apalagi menyerah.

Sempat terjadi insiden kecil , salah seorang anggota sempat kejang otot kaki, kram!  Dengan cekatan, fisioterapis memijat dan mengoles krem agar tidak merasa kesakitan. Perjalanan berlangsung, botol demi botol minuman kemasanpun habis seiring kucuran keringat yang tiada henti membasahi jersey. Pukul  16.00 WITA satu persatu anggota mulai masuk etape terakhir di Agoes home stay pantai lovina Singaraja.

Pada hari berikutnya, perjalanan selanjutnya semakin menguras stamina. Pukul 09.30 WITA sehabis sarapan, perjalanan dimulai kembali menuju Gilimanuk (rute Singaraja-Gilimanuk). Di luar dugaan meski otot kaki masih agak kaku, ternyata rute pulang mampu dilahap dalam waktu lima jam tanpa insiden apapun. Cyclone terbuka menerima saran, sumbangan, bahkan tantangan untuk datang ke tempat anda yang sedarah Tekkim ITS dimanapun anda berada. Lain hal tersebut, tentu masih banyak rute yang masih menunggu untuk disapa.  (*/bah)

×