
Kampus ITS, ITS News — Pemahaman komputasi dan berpikir kritis menjadi fondasi krusial yang perlu ditanamkan sejak dini guna mencetak generasi yang adaptif terhadap teknologi. Menjawab kebutuhan tersebut, Departemen Sistem Informasi (DSI) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menggelar kompetisi di bidang algoritma dan pemrograman bertajuk Algoquest 2026, Sabtu (22/08).
Kepala DSI ITS Prof Wiwik Anggraeni SSi MKom menyampaikan apresiasi sekaligus rasa bangganya atas antusiasme peserta yang datang dari berbagai daerah di Indonesia. Ia menilai, kemampuan berpikir kritis perlu ditanamkan sejak dini agar anak-anak terbiasa merumuskan solusi dalam menghadapi berbagai permasalahan. “Kami juga ingin menekankan pentingnya kemampuan berhitung di era sekarang,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Laboratorium Rekayasa Data dan Inteligensi Bisnis DSI ITS Retno Aulia Vinarti SKom MKom PhD menjelaskan bahwa tahun ini menjadi kali pertama Algoquest digelar. Diinisiasi oleh laboratoriumnya, kompetisi berskala nasional ini menyasar siswa SD hingga SMA sederajat. Berbeda dari lomba matematika atau sains pada umumnya, Algoquest 2026 mengusung kompetisi pemrograman untuk mengasah kemampuan pemecahan masalah peserta.
Dalam pelaksanaannya, Algoquest 2026 terbagi dalam tiga babak, meliputi penyisihan dan semifinal yang diadakan secara daring, serta babak final yang diselenggarakan secara luring di DSI ITS. Sepanjang kompetisi, peserta ditantang untuk menyelesaikan soal berupa esai dan studi kasus pemrograman melalui berbagai platform. “Seperti di jenjang SMA, persoalan dipecahkan dengan Python karena fokus utamanya menilai alur dan logika berpikir peserta,” beber dosen DSI ITS itu.

Lebih lanjut, Retno turut memaparkan bahwa gelaran ini berhasil menarik 850 peserta dari 23 provinsi. Ia menguraikan, seluruh peserta terbagi dalam lima kategori perlombaan, yakni level A untuk siswa kelas 1 sampai 2 SD, level B untuk kelas 3 sampai 4 SD, dan level C untuk kelas 5 sampai 6 SD. Pada jenjang yang lebih tinggi, terdapat level D bagi siswa SMP dan level E bagi siswa SMA.
Berhasil menorehkan prestasi, pemenang kategori level E Algoquest 2026 Nicholas Rafael Hero mengungkapkan kegembiraannya usai meraih skor tertinggi dalam kategori tersebut. Ia menerangkan bahwa keikutsertaannya dalam lomba ini memberikan pengalaman yang sangat berharga. “Saya belajar banyak hal tentang pemrograman, matematika diskrit, dan sebagainya,” ungkapnya.

Melalui ajang ini, ITS semakin mengukuhkan kontribusinya dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin ke-4 tentang Pendidikan Berkualitas. “Ke depan, kami berharap dapat menyelenggarakan kompetisi ini secara berkelanjutan dengan menambahkan sesi tutorial pemrograman,” tutup Retno berharap. (*)
Reporter: Jecklin Chintya Galle Djami
Redaktur: Ahmad Naufal Ilham