Tutup Kegiatan, IESD Jelajahi Museum Surabaya

Published on
By

Museum Mpu Tantular, Museum Kesehatan, dan Museum Tugu Pahlawan menjadi tujuan utama kunjungan kali ini. ”Karena ini penutupan, kami sengaja menyelenggarakan pelatihan dengan bentuk rekreasi,” ujar Andhika, Ketua Pelaksana.

IESD merupakan kegiatan pengembangan karakter siswa-siswi yang duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama atau sederajat. Setelah melalui seleksi, akhirnya terpilih MTs Nurul Khoir Surabaya sebagai sekolah tujuan binaan.

Sekolah binaan tersebut dipilih sesuai dengan pembinaan yang akan ditempuh. Yaitu meliputi pembinaan kemampuan berinteraksi, berani, percaya diri, bahkan komunikatif. ”Awalnya kami merasa tertantang untuk menyelenggarakan kegiatan ini,” ungkap mahasiswa berkacamata ini.

Pasalnya, ia mengatakan kondisi karakter siswa di sekolah tujuan memang tidak seperti pada umumnya. Salah seorang guru Mts Nur Khoir menyebutkan bahwa mereka terkadang tidak sopan terhadap gurunya, kurang percaya diri, bahkan sangat sulit untuk diatur.

Namun, hal itu mulai berubah ketika para panitia melihat perkembangan yang dialami peserta selama kunjungan ini berlangsung. ”Mereka punya inisiatif yang tinggi dengan banyak bertanya pada tour guide museum. Terlebih mereka juga cukup komunikatif,” tambah Okki, salah satu panitia. Selain itu, Oki juga menambahkan bahwa kini peserta sudah cukup berani dan percaya diri dalam berekspresi.

”Lihat saja, mereka sangat antusias ketika bertanya hal yang belum dimengerti,” tambahnya sambil mengarahkan tangan kepada para peserta. Diakuinya, memang terdapat banyak cerita selama proses pembinaan ini dijalankan. Namun, semua itu seakan pupus ketika mereka melihat kemajuan pesat pada karakter masing-masing peserta saat ini.

Di sisi lain, para tenaga pengajar MTs Nurul Khoir pun sangat lega melihat kondisi anak didiknya sekarang. ”Mereka belum pernah menerima pelatihan semenarik ini. Seperti mendapat keluarga  baru saja,” ungkap salah seorang guru pendamping di sela-sela kegiatan berlangsung.

Sambutan hangat pun tak luput bersua dari diri para peserta. ”Terima kasih untuk pembelajarannya, Mas,” jawab salah seorang peserta ketika diminta menyampaikan kesan dan pesan selama IESD berlangsung. Panitia pun berharap agar ke depan IESD dapat terus dilaksanakan dengan baik. ”Mereka butuh kita, makanya IESD jangan sampai putus,” harap Andhika. (man/fz)

×