
Kampus ITS, ITS News — PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) mengunjungi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) untuk meninjau berbagai inovasi dan riset yang dikembangkan sivitas akademika ITS, Rabu (3/6). Kunjungan ini membuka potensi pengembangan teknologi sekaligus menjajaki peluang kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri otomotif di masa depan.
Dekan Fakultas Teknologi Elektro dan Informatika Cerdas (FTEIC) ITS Prof Dr Diana Purwitasari SKom MSc menilai kunjungan tersebut menjadi momentum penting untuk mempererat kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri global. Menurutnya, sinergi tersebut dapat membuka peluang lebih luas bagi mahasiswa untuk terlibat dalam pengembangan teknologi masa depan.
Dalam kunjungan ini, imbuh Diana, ITS menyuguhkan berbagai inovasi dari tim riset otomotif. Adapun diantaranya adalah Tim Antasena ITS, Tim Sapuangin ITS, Tim Nogogeni ITS, dan Anargya ITS EV Team. “Kami mengenalkan pengembangan kendaraan hemat energi, kendaraan listrik, hingga teknologi berbasis hidrogen yang dirancang ITS sebagai solusi mobilitas masa depan,” ungkapnya.

Tak hanya inovasi otomotif, Diana menambahkan bahwa ITS turut memperkenalkan sejumlah karya di bidang robotika, seperti karya dari Tim RIVAL ITS, Tim Ichiro ITS, Tim IRIS ITS, dan Tim Bayucaraka ITS. Deretan inovasi tersebut menunjukkan kapabilitas mahasiswa Kampus Pahlawan dalam mengembangkan sistem otonom, kecerdasan buatan, serta teknologi kendali yang semakin relevan dengan kebutuhan industri modern.
Melalui pengenalan berbagai inovasi tersebut, dosen Departemen Teknik Informatika ITS itu berharap interaksi dengan industri dapat memperluas wawasan sekaligus memperkaya pengalaman riset mahasiswa. “Kolaborasi ini diharapkan menjadi pintu pembuka bagi para peneliti muda untuk berkontribusi langsung dalam pengembangan teknologi kendaraan generasi terbaru di tingkat global,” tutur Diana.
Menanggapi hal tersebut, Director sekaligus Senior Executive Project Leader of Research & Development TMMIN Kazuhiro Fukazawa mengungkapkan kesannya terhadap pendekatan inovatif yang ditunjukkan mahasiswa ITS. Menurutnya, kemampuan untuk bergerak cepat dari proses identifikasi masalah menuju solusi merupakan nilai penting dalam pengembangan teknologi otomotif.

Ia juga menilai pendekatan tersebut sejalan dengan kebutuhan industri yang menuntut inovasi cepat dan adaptif terhadap berbagai tantangan teknologi. Fukazawa mengapresiasi semangat mahasiswa ITS yang mampu mengembangkan berbagai inovasi melalui riset dan kerja tim yang kuat. “ITS fokus pada prinsip do fast yang tidak hanya sekadar berpikir, tetapi langsung bertindak,” tambahnya.
Penilaian tersebut menunjukkan bahwa inovasi yang dikembangkan ITS tidak hanya unggul dari sisi teknis, tetapi juga ditopang budaya riset yang berfokus pada implementasi. Bagi Fukazawa, pendekatan tersebut menjadi modal penting dalam menyiapkan talenta yang mampu menjawab kebutuhan industri otomotif di masa depan. “Saya pikir ITS memiliki potensi besar untuk mencetak insinyur otomotif yang sesungguhnya,” paparnya.
Kunjungan TMMIN ini semakin memperkuat posisi ITS sebagai pusat pengembangan teknologi dan inovasi otomotif di Indonesia. Upaya tersebut turut mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin ke-9 tentang industri, inovasi, dan infrastruktur. Penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri global juga mendukung poin ke-17 tentang kemitraan untuk mencapai tujuan. (*)
Reporter: Iffah Najwa Ulya
Redaktur: Andra Eka Wijayanti