
Kampus ITS, ITS News – Dalam upaya memperkuat budaya baca dan tata kelola literasi di tingkat desa, kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Lokus Sawocangkring menginisiasi kegiatan ITS Literacy Tour, Rabu (8/7). Kegiatan ini melibatkan pengurus desa, kader perpustakaan, serta siswa SMA/K sederajat untuk berkunjung ke Perpustakaan ITS serta Gedung Riset dan Inovasi (GRIT) ITS.
Ketua Pelaksana ITS literacy Tour, Auliya Khodijah, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk memberikan wawasan yang komprehensif, baik dari sisi literasi maupun kemajuan teknologi. Melalui rangkaian tour ini, tim KKN ingin menginspirasi para kader dan siswa. “Selain belajar pengelolaan perpustakaan berbasis digital, mereka juga bisa melihat langsung bagaimana inovasi mahasiswa ITS diciptakan untuk menjawab kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Sesi pertama dimulai di Perpustakaan ITS, dimana para peserta diajak mengeksplorasi berbagai fasilitas yang tersedia, mulai dari ruang baca, koleksi literatur, hingga museum minyak dan gas (migas). Di sini, para kader perpustakaan desa juga mendapatkan pembekalan singkat mengenai manajemen pengarsipan dan penataan bahan bacaan agar lebih menarik bagi warga desa.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan ke Gedung GRIT ITS. Di tempat ini, para siswa SMA dan pengurus desa berkesempatan melihat langsung beragam karya serta alat hasil inovasi mahasiswa dan peneliti ITS. Peserta tampak antusias menyaksikan dan penjelasan mengenai fungsi dan kegunaan alat-alat riset tersebut.
Antusiasme tinggi dirasakan oleh para peserta sepanjang kegiatan. Salah satu kader perpustakaan, Putu, menyampaikan rasa senang dan apresiasinya atas kesempatan belajar hal-hal baru selama kunjungan di ITS. “Tadi saya senang sekali bisa melihat langsung dan dijelaskan berbagai hal di sini, mulai dari perpustakaan ITS, hingga hasil karya teknologi buatan mahasiswa ITS yang bagus-bagus sekali,” ungkapnya antusias saat membagikan kesannya.
Melalui ITS Literacy Tour dan kunjungan edukatif ini, diharapkan sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat desa dapat terus terjalin. Tim KKN lokus sawocangkring berharap wawasan yang diperoleh dapat diimplementasikan secara berkelanjutan di Desa Sawocangkring serta memicu semangat belajar para generasi muda desa. Kegiatan ini selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-4 tentang Pendidikan Berkualitas. (*)