Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek sistem pengamanan entrance ITS, Ir Mas Agus Mardiyanto ME PhD mengatakan, pengadaan proyek ini sendiri didasarkan pada dua faktor utama. Pertama, ITS harus memiliki sebuah bangunan yang dapat dijadikan ikon. Selama ini, masyarakat hanya mengenal ITS dari namanya saja. Belum ada bangunan yang menggambarkan karakteristik dari kampus perjuangan ini.
Faktor berikutnya berhubungan dengan sistem keamanan di ITS. Dosen Jurusan Teknik Lingkungan tersebut menjelaskan bahwa sistem keamanan yang digunakan selama ini dianggap kurang maksimal. Sehingga, masih sering terjadi tindak kejahatan pencurian di wilayah kampus. ”Nantinya akan ada sistem keamanan otomatis yang terintegrasi ke seluruh wilayah kampus,” ungkapnya.
Sedangkan model bangunan dari sistem pengamanan entrance sendiri mengangkat desain yang sederhana namun futuristis. Dalam desain tersebut dimasukkan tiga karakter utama ITS. Tugu bambu runcing menandakan ciri khas sivitas akademika ITS yang selalu mengusung semangat Sepuluh November di manapun mereka berada.
Simbol kerangka netron yang mengelilingi logo ITS menunjukkan kedudukan kampus perjuangan sebagai institut teknik. Tak hanya itu, simbol tersebut juga menegaskan bahwa ITS selalu mengikuti perkembangan teknologi terbaru dunia.
Untuk karakter ketiga yang dimasukkan dalam proyek sistem pengamanan entrance ITS yaitu pandangan eco campus. Mardiyanto menambahkan, ITS saat ini sedang gencar-gencarnya mensosialisasikan program eco campus. Sehingga di setiap program yang dijalankan selalu disusupi nilai-nilai eco campus. ”Beberapa kerangka kami desain menyerupai bentuk daun,” tutur Pembantu Dekan FTSP tersebut.
Sedangkan alokasi dana yang disediakan untuk pembangunan proyek ini dapat dikatakan cukup besar. Dengan anggaran dana mendekati angka Rp 1,5 miliar, direncanakan proyek tersebut akan selesai akhir bulan ini.
Mardiyanto melanjutkan, nantinya proyek sistem pengamanan entrance ITS tidak akan berhenti sampai di sini saja. Pada beberapa titik pintu masuk ITS, secara bertahap akan didirikan juga bangunan serupa namun dengan konsep berbeda. ”Setelah ini, kami akan melanjutkan proyek pembangunan di pintu masuk ITS bagian belakang,” ujarnya.
Mardiyanto berharap, proyek pembangunan ini dapat terus berjalan lancar dan selesai tepat waktu. Lebih dari itu, ia pun juga memohon dukungan penuh dari sivitas akademika serta meminta maaf jika proyek pembangunan yang dilakukan menggangu aktivitas sivitas akademika. ”Seluruh pembangunan di ITS pastinya menggangu kenyamanan sivitas. Jika ada permasalahan dapat langsung komplain pada kami,” pungkasnya. (ali/fz)