Instanet pada dasarnya dikembangkan untuk tujuan kerjasama antar institusi yang bergerak dalam bidang informasi. Dengan begitu, ITS dapat memberikan akses kepada para anggotanya bila membutuhkan suatu standar untuk pekerjaan tertentu. Baik itu penelitian, percobaan dalam suatu praktikum dan yang lainnya. Forum kerja sama tersebut pun berada di bawah pengawasan Badan Standar Nasional (BSN).
Drs Mansur Sutedjo SIP, Kepala UPT Perpustakaan menuturkan bahwa siapapun yang membutuhkan suatu standar untuk penelitian dan sebagainya tinggal mencari saja di perpustakaan. "Yah kalau misal di sini (perpustakaan, red) tidak ada maka kami akan meminta BSN supaya mengirimkan standar yang dicari, tapi tetap harus bayar," ujarnya tersenyum. Menurut Mansur, akhir-akhir ini pun mulai banyak mahasiswa yang membutuhkan standar-standar tersebut.
Seiring dengan berjalannya waktu, mempelajari suatu standar menjadi kebutuhan tersendiri. Terutama bagi yang akan memasuki dunia perindustrian. Mansur memberi contoh standar yang ada di Indonesia yakni SNI. Menurutnya, SNI itu harus sudah dipahami oleh para mahasiswa yang telah lulus apalagi jika ia sudah bekerja. "Seiring dengan akan datangnya Asean Economic Comunity, standar sendiri merupakan suatu hal yang penting yang perlu diketahui oleh kita," terangnya kepada ITS Online (30/4).
Mansur menjelaskan bahwa ada banyak manfaat yang diperoleh dengan menjadi anggota dari Instanet. "Salah satunya, ya kita bisa mengetahui standar-standar yang ada di dunia internasional itu seperti apa," ujarnya. Selain itu, dengan menjadi anggota Instanet, maka akan menambah berbagai koleksi standar disasi di perpustakaan ITS sendiri. (hil/sha)