
Jember, ITS News — Ajang Kontes Robot ABU Indonesia (KRAI) 2026 kali ini menghadirkan tantangan baru dengan tema Kung Fu Quest. Dalam gelaran kompetisi robot nasional ini tim RICHIE dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) berhasil mengamankan posisi semifinal. Keberhasilan ini diraih setelah mereka mengalahkan tim LAHBAKO-SAN dari Universitas Jember, Minggu (12/7).
Dengan skor kemenangan telak 130 untuk ITS, Ketua Tim ABU Robocon ITS Muhammad Najmi Ihsan menjelaskan bahwa dua robot ITS ini berhasil untuk selaras bekerja sama. Lebih lanjut, Najmi, sapaan akrabnya, menilai bahwa setiap pergerakan telah dirancang agar robot bernama Triseratops dan Rex ini mampu saling melengkapi untuk menjalankan misi tic tac toe rak pertama.

Menurut Najmi, sinkronisasi tersebut diwujudkan melalui pembagian tugas yang jelas antara kedua robot. Triseratops difokuskan pada pengambilan dan perakitan senjata, pengambilan kubus Kung-Fu Scroll (KFS) di tepi Hutan Meihua, dan penyerangan di arena. Sedangkan Rex dapat berjalan otonom untuk mengenali serta mengambil KFS di arena Hutan Meihua. “Rex juga memiliki tugas mengambil spear yang nantinya digabungkan dengan Triseratops,” imbuhnya.
Mahasiswa Departemen Teknik Mesin ITS tersebut mengungkapkan bahwa tantangan terbesar bukan berasal dari kompleksitas setiap misi. Akan tetapi, menjaga kedua robot tetap berjalan selaras sepanjang pertandingan. Tim harus memastikan sistem mekanik, sensor, dan program dapat merespons secara presisi agar perpindahan tugas antar robot berlangsung tanpa hambatan.

Sementara itu, Dosen Pembimbing Tim ABU Robocon ITS Muhammad Lukman Hakim ST MT menguraikan bahwa keberhasilan tim didukung oleh kemampuan beradaptasi terhadap tantangan selama kompetisi. Menurutnya, kompetisi ini menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengasah kepemimpinan, manajemen waktu, serta kerja sama di dalam tim. “Ilmu seperti ini mahal dan sangat bermanfaat nantinya untuk di industri,” ujarnya.
Dosen Departemen Teknik Mesin Industri ITS tersebut menambahkan bahwa keselarasan tim RICHIE ITS terus dilatih melalui simulasi pertandingan setiap hari selama satu bulan terakhir. Setiap sesi latihan dimanfaatkan sebagai bahan evaluasi untuk menyempurnakan koordinasi robot sekaligus mengantisipasi berbagai kondisi yang dapat muncul saat pertandingan berlangsung.
Melalui gelaran KRAI 2026, ITS membuktikan kompetensi mahasiswanya dalam teknologi cerdas dan robotika. Dengan mengamankan posisi di semifinal KRAI 2026, ITS turut memperkuat komitmennya dalam Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-4 pendidikan berkualitas. ITS juga membuktikan peran aktifnya pada poin ke-9 tentang industri, inovasi, dan infrastruktur. (*)
Reporter: Naurah Fitri
Redaktur: Syahidan Nur Habibie Ash-shidieq