Tekan Kolaborasi Global, ITS Mewisuda Mahasiswa Internasional

Tekan Kolaborasi Global, ITS Mewisuda Mahasiswa Internasional

Published on
By
Rektor dan jajaran pimpinan ITS mewisuda sembilan mahasiswa jenjang magister (S2) dalam upacara wisuda khusus, Rabu (12/8)
Rektor dan jajaran pimpinan ITS mewisuda sembilan mahasiswa jenjang magister (S2) dalam upacara wisuda khusus, Rabu (12/8)

Kampus ITS, ITS News — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) buktikan kualitas akademik berskala global,  melalui perayaan wisuda mahasiswa internasional jenjang magister, Rabu (12/8). Berlangsung di Gedung Tower 2 ITS, Kampus Pahlawan ini meluluskan sembilan wisudawan dari enam negara dalam upacara wisuda khusus tersebut.

Rektor ITS Prof Dr (HC) Ir Bambang Pramujati ST MScEng PhD menyampaikan apresiasi atas perjuangan para wisudawan. Ia menilai, menyelesaikan studi jauh dari keluarga membutuhkan ketangguhan mental dan kemampuan beradaptasi yang kuat. Para mahasiswa juga harus mengenali budaya baru, termasuk bahasa, kebiasaan, hingga cita rasa kuliner Indonesia. 

Rektor ITS Prof Dr (HC) Ir Bambang Pramujati ST MT PhD saat berikan sambutannya dalam prosesi wisuda khusus mahasiswa internasional, Rabu (12/8)
Rektor ITS Prof Dr (HC) Ir Bambang Pramujati ST MT PhD saat berikan sambutannya dalam prosesi wisuda khusus mahasiswa internasional, Rabu (12/8)

ITS secara khusus mewisuda lima mahasiswa penerima beasiswa Kemitraan Negara Berkembang (KNB), serta empat mahasiswa penerima beasiswa The Indonesian AID Scholarship (TIAS). Keterbukaan tersebut Rektor sampaikan menjadi upaya ITS dalam memperluas akses pendidikan secara global. 

Guru Besar Teknik Mesin ITS itu mengajak para wisudawan untuk menjadi wajah ITS di negaranya dengan membagikan pengalaman positif selama menempuh studi. “Jadilah jembatan kolaborasi antara Indonesia dan negara asal Anda melalui ilmu dan pengalaman yang diperoleh,” imbau Bambang. 

Direktur Pendidikan Sarjana dan Pascasarjana ITS Prof Dr Eng Chastine Fatichah SKom MKom paparkan laporan wisudawan internasional ITS
Direktur Pendidikan Sarjana dan Pascasarjana ITS Prof Dr Eng Chastine Fatichah SKom MKom paparkan laporan wisudawan internasional ITS

Direktur Pendidikan Sarjana dan Pascasarjana ITS Prof Dr Eng Chastine Fatichah SKom MKom memaparkan ragam kebangsaan mahasiswa yang diwisuda pada hari itu. para wisudawan datang dari berbagai belahan dunia yang mewakili enam negara, yakni Kenya, Suriah, Tanzania, Kamboja, Laos, dan El Salvador. “Distribusi ini menunjukkan luasnya jangkauan keilmuan ITS dalam menarik dan membina talenta-talenta unggul dari kancah internasional,” tutur Chastine.

Sembilan wisudawan tersebar pada empat fakultas dengan bidang keilmuan yang beragam. Mulai dari Fakultas Teknik Sipil Perencanaan dan Kebumian (FT-SPK) sebanyak dua wisudawan dan Fakultas Sains dan Analitika Data (FSAD) satu wisudawan. Kemudian, Fakultas Teknologi Elektro dan Informatika Cerdas (FTE-IC) menyumbang empat wisudawan, dan dua wisudawan lainnya berasal dari Fakultas Teknologi Industri dan Rekayasa Sistem (FTI-RS). Capaian memuaskan berhasil dicetak oleh mahasiswa dengan dukungan beasiswa KNB, yakni Mohammad Jad Shakhashiro asal Suriah yang meraih IPK tertinggi sebesar 3,92.

Wisudawan S2 FT-SPK Mohammad Jad Shakhashiro berdiri di atas panggung dan bagikan pengalaman akademiknya studi S2 di ITS
Wisudawan S2 FT-SPK Mohammad Jad Shakhashiro bagikan pengalaman akademiknya studi magister di ITS

Hal itu turut tercerminkan dalam pengalaman akademik para wisudawan selama menjalani studi di ITS. Wisudawan S2 FT-SPK Mohammad Jad Shakhashiro merasakan perubahan besar sejak pertama tiba di Indonesia. Tidak hanya menghadapi tantangan akademik, tetapi juga proses adaptasi dengan budaya baru. 

Sosok yang akrab disapa Jad itu menyampaikan bahwa pengalamannya semakin kaya ketika bergabung dalam tim penelitian Laboratorium Beton di FT-SPK ITS. “Melalui penelitian dan eksperimen, saya mengasah kemampuan teknis sekaligus keterampilan memecahkan persoalan,” cerita Jad berbagi kesannya selama studi.

wisudawan S2 FTE-IC Treza Nyanchama Ogeto berdiri di atas panggung dan membagikan kisah harunya saat wisuda khusus mahasiswa internasional.
Wisudawan S2 FTE-IC Treza Nyanchama Ogeto bagikan pengalaman studi luar negeri pertamanya di ITS

Sementara itu, wisudawan S2 FTE-IC Treza Nyanchama Ogeto membagikan bagaimana ia mengawali perjalanannya dengan kekhawatiran. Dirinya mengaku bahwa Indonesia menjadi negara pertamanya yang ia kunjungi. Namun, keramahan masyarakat Indonesia membuat kekhawatiran tersebut perlahan berubah menjadi rasa nyaman. 

Sebagai bagian dari angkatan pertama penerima TIAS, Treza mengapresiasi dukungan Direktorat Kemitraan Global (DKG) ITS, para dosen, dan academic buddy yang telah menjadi bagian dari perjalanan akademiknya. “Indonesia terasa seperti keluarga karena dukungan dan persahabatan yang kami dapatkan,” tutur Treza penuh haru.

(dari kiri) Rektor ITS Prof Bambang Pramujati, Mohammad Jad Shakhashiro, IKA ITS Sugeng Hariadi, Treza Nyanchama Ogeto, dan IKA ITS Budiono
Resmi menjadi bagian dari keluarga IKA ITS, (dari kiri) Rektor ITS Prof Bambang Pramujati, Mohammad Jad Shakhashiro, IKA ITS Sugeng Hariadi, Treza Nyanchama Ogeto, dan IKA ITS Budiono

Beragam pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi para wisudawan untuk melanjutkan perjalanan setelah menyelesaikan studi di ITS. Rektor beserta jajaran pimpinan ITS menyambut para wisudawan internasional untuk menjadi bagian dari keluarga besar Ikatan Alumni ITS. 

Perayaan wisuda khusus mahasiswa internasional ITS kali ini turut merepresentasikan beberapa pilar dalam Sustainable Development Goals (SDGs). ITS telah mendukung capaian dalam poin ke-4 dalam menciptakan pendidikan yang berkualitas melalui penyediaan akses pendidikan inklusif berstandar internasional. Tidak hanya itu, ITS memperluas peluang belajar yang merata dan mengurangi kesenjangan global, sejalan dengan SDGs poin ke-10. 

×