“Pansus Century ternyata jauh dari harapan kita. Pansus tidak untuk masyarakat, tapi untuk partai,†teriak Ahmad Imam sya’roni, Koordinator lapangan aksi tersebut.
Pansus Century sendiri merupakan panitia khusus yang dibentuk untuk menyelesaikan semua permasalahan Century. Sayangnya, drama intern pun setia menyertainya. Bahkan, sidang paripurna Century kemarin pun diwarnai dengan kericuhan. “Lucunya, beberapa pihak mengkambinghitamkan mikropon sebagai dalang keributan itu,†ungkap Roni, sapaan akrab Ahmad.
Dalam aksinya, sapaan akrab mahasiswa Teknik Geomatika ITS ini, mencetuskan bermacam-macam kesimpulan tentang Pansus. Diantaranya adalah permasalahan Bank Century telah muncul sejak proses akuisisi merger Bank CIC, Bank PICCO dan Bank Dampac, yang tidak dilaksanakan menurut peraturan-peraturan yang berlaku. Selain itu, praktik penipuan dan money laundring yang dilakukan oleh managemen Bank Century berlangsung secara terus-menerus akibat lemahnya pengawasan oleh otoritas BI, tidak tegas terhadap pemberlakuan undang-undang. "Lucunya, Keputusan FPJP perpu no.2 th 2008 untuk menyehatkan Bank Century malah ada dugaan pelanggaran-pelanggaran,†cetusnya.
Selain itu, imbuhnya, data dan info dari Pansus tidak lengkap, tidak akurat, minim perdebatan, dan tidak menerapkan prinsip kehati-hatian. Namun, hal ini dapat dipahami karena kondisi krisis saat itu. Dan puncaknya, munculnya dugaan adanya aliran dana Pinjaman Modal sementara (PMS) ke parpol maupun pasangan capres atau cawapres. Namun Pansus tidak menemukan dan memutuskan adanya aliran tersebut.
Menanggapi hal tersebut, Roni pun mengaspirasikan suara mahasiswa untuk mengatasi masalah yang tak kunjung usai ini. “Rekomendasikan manajemen Bank Century yang diduga kuat telah melakukan tindak pidana tertentu dan menindak pejabat BI terkait di dalamnya!†teriaknya lantang.
“Harapan kami para mahasiswa tidaklah muluk. Kami hanya ingin pansus bekerja untuk rakyat, bukan partai. Selain itu, rekomendasi nama-nama yang terlibat didalamnya seharusnya segera diproses ke meja hijau,†ungkap Roni.
Aksi yang dimulai dengan long march di Taman Hapsari-DPRD kota surabaya itu berjalan tertib khidmat. Massa demo kali ini pun tidak tampak membanjiri jalan raya seperti biasanya. “Aksi ini merupakan aksi murni mahasiswa ITS. Bukan aliansi BEM seluruh Indonesia,†tutup Roni. (niv/nrf)