STP ITS Siap Menjadi Ekosistem dan Orkestrator Ekonomi Nasional

Published on
By
Gambar Benwit, bahan bakar alternatif berbahan baku kelapa sawit yang rendah emisi hasil inovasi ITS
Benwit, bahan bakar alternatif berbahan baku kelapa sawit yang rendah emisi hasil inovasi ITS

Kampus ITS, Opini — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) perkuat perannya dalam hilirisasi dan penguatan ekonomi bangsa lewat peresmian Science Techno Park (STP) ITS, Senin (13/4). Dalam peluncuran terbatas ini, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional RI Rachmat Pambudy menandai kawasan STP ITS sebagai ekosistem dan orkestrator ekonomi berbasis ilmu pengetahuan.

Kiprah ITS dalam Hilirisasi

Rachmat menyampaikan bahwa operasional STP ITS diharapkan menjadi stimulan peningkatan modal dan menghasilkan dampak signifikan bagi pertumbuhan ekonomi bangsa yang berkelanjutan. Arahan ini sejalan dengan konsep operasional STP ITS yang berfokus pada pengembangan talenta, produk, dan bisnis. Di mana pengembangan ini diarahkan untuk memberikan dampak nyata dalam penguatan ekonomi nasional berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.

ITS yang telah tergabung dalam Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) bertekad melaksanakan amanah untuk menjadi pilot STP dalam negeri. Pada peran tersebut, ITS mendorong hilirisasi berbagai hasil riset unggulan melalui klaster-klaster prioritasnya. Di antaranya, yaitu sektor maritim, robotika, otomotif, kreatif, serta teknologi informasi dan komunikasi.

Gambar Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional RI Rachmat Pambudy (dua dari kiri) bersama jajaran ITS saat menilik inovasi bahan bakar alternatif Benwit karya ITS
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional RI Rachmat Pambudy (dua dari kiri) bersama jajaran ITS saat menilik inovasi bahan bakar alternatif Benwit karya ITS

Dalam operasionalnya, STP ITS mengawal proses hilirisasi bersama para mitra dalam sektor yang mendukung program prioritas nasional. Di antaranya, sektor pangan, kesehatan, energi, pertahanan, maritim, digitalisasi-AI-semikonduktor, hilirisasi, dan industrialisasi. Pembangunan ini diwujudkan STP ITS melalui dukungan program Higher Education for Technology and Innovation (HETI) Asian Development Bank (ADB) serta investor yang terlibat.

Lebih dari itu, kolaborasi internal juga dijalankan STP ITS dalam upaya pembangunan ekonomi melalui proses hilirisasi. Langkah ini dilakukan dalam rangka harmonisasi hilirisasi hasil riset bersama Direktorat Inovasi dan Kawasan Sains Teknologi (DIKST) ITS serta Direktorat Riset dan Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM) ITS.

Integrasi untuk Membangun Diri

Dalam pengembangan bisnis, STP ITS secara aktif berperan lewat unit atau kantor di bawah naungannya. Melalui kiprah Technology Transfer Office (TTO), STP ITS melakukan manajemen kekayaan intelektual mulai dari hak cipta hingga paten berdampak. Selain itu, salah satu unit penting dalam pengembangan bisnis ITS adalah Inkubator dan Layanan Bisnis Inovatif (ILBI) ITS yang membina startup berbasis teknologi di Kampus Pahlawan.

Gambar Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional RI Rachmat Pambudy (kanan) saat melihat startup mahasiswa ITS Terangin
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional RI Rachmat Pambudy (kanan) saat melihat startup mahasiswa ITS Terangin

Dalam waktu dekat, STP ITS direncanakan menjadi area terintegrasi yang mewadahi berbagai kegiatan seminar teknologi internasional, program asosiasi STP Indonesia, hingga terlaksananya berbagai pameran unggulan ITS, khususnya Tennovex 2026. Dalam kegiatan-kegiatan tersebut akan tergambar proses hilirisasi dari laboratorium, pusat studi, pusat unggulan IPTEK (PUI), manajemen kekayaan intelektual, operasional klaster hingga startup dan perusahaan milik ITS.

Belajar dari negara maju, hilirisasi dan penguatan ekonomi berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi ini memerlukan tahapan yang terstruktur. Maka dari itu, setelah melalui tahapan inisiasi pada 2017 hingga tahap inkubasi pada 2027 nanti, STP ITS bertekad untuk memasuki tahap berkembang. Upaya ini secara khusus dilakukan guna mendukung rencana strategis ITS dalam mencapai entrepreneurial university.

 

Ditulis oleh:
Dr Ir Endroyono DEA
Direktur DIKST ITS 2026

×