“Kami diundang mengikuti 6th Malaysia Chem-E-Car Competition 2011 tingkat ASEAN,†ujar Hardiyanto, Ketua Tim Spektronics. Selain melalui undangan, Hardi menambahkan bahwa Malaysia juga membuka pendaftaran untuk beberapa Negara ASEAN lainnya.
Dan untuk kompetisi 29th DECHEMA’s Biotechnology yang akan berlangsung di Jerman, Hardi menyebutkan bahwa Tim Spektronics yang terdiri dari sepuluh orang tersebut akan bertanding di tingkat Eropa. “Karena termasuk di rangkaian Europe Congress, tentunya dari semua kompetisi yang diikuti merupakan perlombaan di bidang kontrol teknik kimia,†jelas mahasiswa angkatan 2008 ini. Rencananya mereka akan mengikuti dua kategori yang dilombakan pada dua kompetisi tersebut yakni kategori poster session dan performance.
Hanya saja menurut Hardi, terdapat perbedaan dari dua kompetisi mobil tersebut. Untuk kompetisi di Malaysia, peserta harus membuat mobil mini secara reaksi kimia. “Namun yang harus diperhatikan adalah power source dan stopping mechanism-nya harus benar –benar menggunakan reaksi kimia tanpa ada penggunaan elektic dan mechanical sebagai penunjang utama pada proses mobil,†tutur Hardi. Sedangkan pada pelombaan di Jerman, tema yang diusung berbeda. “Mobil mini tidak sekedar menggunakan reaksi kimia tetapi juga harus secara biochemical,†jelasnya lagi.
Sedangkan saat ditanya persiapan menjelang perlombaan, Hardi mengaku saat ini Tim Spektronics tengah berkonsentrasi untuk perlombaan di Malaysia yang akan berlangsung pada 16-17 Maret mendatang. “Kami tengah mengerjakan mesin, rangka mobil, dan beberapa komponen lainnya,†ujar lumni SMAN 5 Surabaya ini. Mereka menargetkan pada tanggal 15 Februari, mobil akan selesai dan siap tes run perdana.
Nantinya mobil yang mereka gunakan akan sangat berbeda dari mobil sebelumnya. “Mobilnya benar-benar baru untuk kompetisi Malaysia,†ujar Hardi. Sementara untuk kompetisi di Jerman, rencananya mereka akan menurunkan dua tim. Salah satu tim bertugas merancang pengunaan teknologi pengembangan elektrokimia secara biochemical sedangkan tim lainnya bertugas menggunakan pengembangan teknologi terkini.
Dari dua mobil yang diciptakan, Hardi memaparkan bahwa mereka membuat satu mobil menggunakan engine dengan tenaga penggerak gas bertekanan dan satu mobil lagi menggunakan elektrokimia. Ketika ditanya soal dana yang digunakan untuk keperluan pembuatan mobil, saat ini mereka menggunakan dana kas sisa Spektronics dan mendapat beberapa bantuan dari pihak terkait terutama ITS, Jurusan Teknik Kimia dan Laboratorium Energi.
Berkaca dari pengalaman sebelumnya, kali ini Tim Spektronics membuka open recruitment anggota tim. “Tujuannya untuk memperbaiki performance tim yang ada, selain itu alasan yang jauh lebih penting adalah regenerasi tim untuk ke depan,†ujar Hardi. Karena itulah ia berharap Tim Spektronics mendapat dukungan semua pihak dan segenap sivitas ITS. “Semoga Tim Spektronics bisa mendapatkan juara umum di kedua perlombaan,†pungkas Hardi. (fi)