Songsong AEC, IO ITS Gelar Workshop Listening

Published on
By

Dr Maria Anityasari ST MT, Kepala IO ITS, menjelaskan listening merupakan hal dasar yang harus dikuasai terlebih dahulu dalam belajar Bahasa Inggris. Karena, untuk melakukan listening harus menggunakan seluruh panca indera. Sehingga dapat menstimulasi indera lainnya. ”Bayi lahir, pertama kali belajar melalui mendengar, jadi belajar english paling baik dimulai dari listening,” ujarnya.

Menurut Maria, ada empat tips agar seseorang mudah menguasai listening. Pertama melakukan visualisasi apa yang didengar. Teknik ini menggunakan indera penglihatan untuk mempermudah pemahaman terhadap apa yang didengar. Pada umumnya, tidak mudah menangkap cara bicara orang asing, akibat perbedaan dialek. ”Umumnya kita susah berkomunikasi dengan orang luar negeri, salah satu caranya adalah dengan memvisualisasikannya,”  ucapnya. Sehingga media seperti youtube menurutnya sangat membantu dalam belajar Bahasa Inggris.

Dosen Jurusan Teknik Industri itu juga menyarankan agar mahasiswa tidak khawatir dengan salah tulis ejaan. Sebab perlu upaya serius dan berkesinambungan untuk dapat menulis bahasa Inggris dengan baik. ”Tulis saja dulu kata yang kita dengar,” tegasnya.

Hal mutlak yang juga harus dilakukan adalah terus berlatih dan belajar. Pakar sustainable manufacturing itu mengajak mahasiswa untuk keluar dari zona nyaman dan menghindari isolasi diri. Ia juga menekankan agar mahasiswa berani mencoba dan membuat planning jangka panjang. ”Bahasa Inggris nggak bagus nggak apa-apa, yang penting bonek,” canda doktor lulusan University of New South Wales, Australia tersebut.

Tips terakhir adalah fokus pada informasi yang dibutuhkan. Hal ini juga untuk mempermudah menangkap pesan dari apa yang kita dengar. Pada saat ujian listening misalnya, pendengar hendaknya membaca terlebih dahulu soal yang diberikan sebelum ujian dimulai. Sehingga pendengar dapat dengan mudah mengira-ngira jawaban dan fokus pada pertanyaan yang diberikan.

Dalam kesempatan itu, hadir juga mahasiswa asing kampus perjuangan yang menjadi volunteer IO. Di antaranya  Al Haji Sheku Sankoh dari Sierra Lione dan Amirah dari Malaysia. Mahasiswa tersebut sengaja dihadirkan untuk simulasi peserta agar dapat berkomunikasi langsung menggunakan Bahasa Inggris. kesempatan itu akhirnya menjadi ajang sharing antara mahasiswa asing dan peserta workshop. (mis/ali)

×