Saat ditemui dikantor Kepala Perpustakaan pada Senin (2/3), Drs Mansur Sutedjo SIP menjelaskan SNI Corner tersebut baru disahkan tiga bulan yang lalu sehingga masih tergolong sepi pengunjung . ”Hal itu tak membuat kami menyerah begitu saja karena kami berupaya mengenalkan SNI ke sivitas akademika ITS lewat media sosial seperti facebook,” tuturnya.
Selain sebagai tempat membaca, SNI Corner juga berfungsi untuk mendekatkan dan memasyarakatkan SNI dikalangan akademis. Pasalnya, dikalangan akademis sendiri masih banyak yang membutuhkan terutama buat mahasiswa yang mengerjakan Tugas Akhir. ”Yang biasa menggunakan standar itu berasal dari FMIPA,” tambahnya.
Tak hanya ingin memasyarakatkan, SNI Corner sendiri ditempatkan di Perguruan Tinggi juga dalam rangka menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Menurut Mansur, baru ada dua perguruan tinggi yang mendapatkan SNI Corner yakni IPB dan ITS.
Dengan adanya tempat tersebut, Mansur berharap SNI mampu memasyarakat di sivitas akademika ITS terutama bagi mahasiswa. ”Agar lebih banyak yang minat, mungkin perlu ada workshop dari Badan Standar Nasional dalam rangka mengenalkan pentingnya standardisasi,” tutupnya. (hil/sha)