SMAGER, Charger Inovatif Karya Mahasiswa ITS

Published on
By

Berkat karya tersebut, tim ITS yang diketuai Nur Fadhilah ini akhirnya berhasil meraih juara tiga dalam Pekan Ilmiah Nasional ke-28 Oktober lalu. Mahasiswi yang akrab disapa Dhila ini mengatakan, sebenarnya saat ini para pecinta gadget sudah mulai memanfaatkan power bank. "Tapi power bank adalah pengisi daya tanpa kabel yang dipercaya mengeluarkan radiasi pengganggu gelombang lain," imbuhnya.

Masalah itulah yang akhirnya mendorong Dhila dan timmnya dalam membuat SMAGER, alat pemanen listrik inovatif dengan memanfaatkan sumber frekuensi radio. Menurutnya, alat ini memang sengaja dibuat untuk aplikasi pada gadget dengan menggunakan selector frekuensi berbasiskan AVR Microcontroller ATtiny13.

Dhila menjelaskan, cara kerja alat ini sendiri adalah dengan memanfaatkan gelombang elektromagnetik dari lingkungan. Bisa berasal dari sambungan wireless maupun dari frekuensi radio. "Bagi orang lain mungkin akan mengatakan bahwa alat ini menyerap dan nantinya akan mengganggu aktifitas frekuensi dan juga wireless" tuturnya. Tapi hal itu ternyata tidak benar.

Lebih lanjut dirinya pun mengatakan elektromagnet yang berasal dari luar tadi akan diserap oleh antena. Setelah itu disambungkan pada suatu rangkaian lain, yakni tabung berbentuk charger. "Tabung inilah yang akan mengkonfigurasikan elektromagnet ke energi listrik," terang dirinya. Selanjutnya tabung berbentuk charger tadi dihubungkan dengan gadget melalui port tanpa harus dicolokkan ke listrik.

Menurut cerita Dhila, sebenarnya ide ini muncul ketika dirinya sedang mengikuti kuliah. "Saat itu dosen saya menceritakan bahwa charger yang ada di luar negeri sudah memanfaatkan elektromagnetik yang ada di sekitar lingkungan manusia," tutur mahasiswi berjilbab ini.

Dhila pun mengaku dalam pembuatan SMAGER, timnya juga menemui beberapa kendala. Salah satunya adalah ketersediaan material penyusun SMAGER. Ia dan timmnya bahkan harus membeli ke Cina. Hal inilah yang akhirnya membuat proses pembuatan SMAGER terbilang cukup lama. "Namun semua proses menjadi mudah karena dibantu oleh dosen pembimbing kami," kenangnya.

Inovasi Baru di Indonesia

Meski alat yang serupa dengan SMAGER sudah menjadi produk masal di negera lain, namun produk buatan Dhila dan timnya merupakan temuan baru bagi Indonesia. "Itulah mengapa kami menganggap ini merupakan peluang yang bagus untuk dijadikan ide Program Kreatifitas Mahasiswa," pungkasnya. (hil/pus)

×