
Kampus ITS, ITS News — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) terus mendedikasikan perannya dalam mendukung kemandirian daerah. Kali ini melalui riset unggulan JATIM MELAJU 2026, Rektor ITS Prof Dr (HC) Ir Bambang Pramujati ST MSc Eng PhD dan jajarannya turut hadir dalam Rapat Kerja (Raker) I Paguyuban Rektor Perguruan Tinggi Negeri (PTN) se-Jawa Timur di UIN Syekh Ali Wasil Kediri, Rabu (15/4).
Forum strategis yang dihadiri oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa ini ditujukan untuk memperkuat kerja sama antar PTN dengan pemerintah daerah. Dengan demikian, riset dan inovasi yang diberikan dapat sesuai dengan kebutuhan pertumbuhan Jawa Timur. “Bu Khofifah hadir untuk memberikan arahan strategis terkait kemandirian daerah,” terang Bambang.

Dalam hal ini, profesor Departemen Teknik Mesin ITS tersebut mengungkapkan kesiapan ITS melalui sejumlah inovasi sektor pangan yang telah teruji. Beberapa inovasi tersebut di antaranya adalah benih jagung dengan produktivitas tinggi, serta pemanfaatan sorgum sebagai komoditas industri gula.
Tak hanya itu, Bambang juga menyoroti pengembangan riset ITS pada sektor energi, yakni mengenai bensin sawit (benwit) minim residu. Inovasi karya ITS tersebut diharapkan mampu menguatkan posisi Jatim dalam kedaulatan pangan dan energi nasional, sekaligus menjadi jawaban krisis energi yang masih bergantung pada produksi global.
Pertemuan para pimpinan PTN dalam forum inipun mengedepankan sinergi antar institusi dalam beragam bidang keilmuan. Mengulik terkait tantangan yang dimungkinkan terdapat dalam program ini, rektor ke-13 ITS ini mengharapkan adanya skema pendanaan kolektif yang efisien. “Jadi meskipun riset dilakukan bersama dengan tiga atau lebih PTN, pengelolaan dana tetap berada pada aturan masing-masing kampus,” tuturnya.

Melalui langkah sinergi tersebut, konsep kerjasama ini diharapkan dapat menghasilkan luaran yang unggul dan tajam. Tak hanya unggul, hasil dari kolaborasi riset ini juga diharapkan dapat diwujudkan dalam publikasi ilmiah internasional. “Hal tersebut secara tidak langsung dapat mendongkrak nilai publikasi ilmiah masing-masing kampus,” jelas Bambang.
Berlandaskan pada satu tema besar berupa Transformasi Digital dan Ekonomi Hijau yang Berbasis Sustainable Development Goals (SDGs), forum pertemuan pimpinan PTN Jatim ini akan menciptakan pendidikan yang berkualitas. Begitupun, program ini juga diharapkan dapat membuka peluang pekerjaan yang layak dan pertumbuhan ekonomi sejalan dengan SDGs poin ke-4 dan poin ke-8. (*)
Reporter: Syifa Rahmadina
Redaktur: Mifda Khoirotul Azma