
Kampus ITS, ITS News —Terus melebarkan sayapnya di kancah Internasional, Tim Bayucaraka Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) resmi meluncurkan drone terbarunya, Jumat (13/3). Tim Unmanned Aerial Vehicle (UAV) kebanggaan ITS ini siap menyabet juara di perlombaan Singapore Amazing Flying Machine Competition (SAFMC) 2026 pada 8 – 9 April mendatang.
Dosen Pembimbing Tim Bayucaraka ITS Aldinata Rizky Revanda ST MT menjelaskan bahwa tahun ini tim pesawat nirawak tersebut hanya berpartisipasi pada kategori Semi-autonomous (D2) High-Speed Drone Flock saja. Aldinata menyebut, langkah ini diambil agar potensi drone bisa maksimal dan mencapai hasil terbaik pada kategori yang dilombakan.
Dalam kategori tersebut, tim yang telah berdiri sejak 2015 ini merancang tiga drone semi-otonom berbeda yang saling terkoordinasi. Ketiga drone tersebut bernama SoeroNgajeng, SoeroMadya, dan SoeroWingking. “Tiga drone berkecepatan tinggi itu diharuskan menyelesaikan misi melewati lintasan terbang secara cepat dan berdekatan,” tambahnya.

Tak hanya sebatas itu, Ketua divisi Vertical Take-Off Landing (VTOL) Bayucaraka ITS Farrel Ganendra mengungkapkan bahwa sensor pada drone turut diperbarui. Berbeda dengan drone sebelumnya yang menggunakan kamera stereo, kini ketiga drone tersebut dilengkapi sensor Light Detection and Ranging (LiDAR) untuk navigasi. “Dengan LiDAR, drone dapat menentukan posisi yang lebih akurat saat terbang cepat,” jelas Farrel.
Mahasiswa Departemen Sistem Informasi ITS ini pun menambahkan bahwa kualitas sistem baterai drone juga ikut ditingkatkan. Kali ini, drone besutan Tim Bayucaraka ITS itu menggunakan baterai litium yang memiliki efisiensi dan energi jauh lebih besar dibanding baterai sebelumnya. Dengan keunggulan tersebut, Farrel optimistis setiap drone mampu terbang hingga 15 menit.

Menyinggung kesiapan timnya, Farrel memaparkan bahwa tim kebanggaan Kampus Pahlawan tersebut telah memulai riset dan persiapannya dari awal tahun 2026. Hingga saat ini, dua dari tiga drone telah selesai dikembangkan dan siap bertanding dalam kompetisi mendatang. “Satu drone lainnya sedang dalam proses, tetapi kami pastikan akan siap bertanding di SAFMC nanti,” tegas mahasiswa angkatan 2023 itu.
Di akhir, Farrel menargetkan Tim Bayucaraka ITS mampu meraih podium tertinggi dalam kompetisi yang diadakan di Singapura tersebut. Dirinya berharap seluruh kerja keras yang telah dilakukan timnya dapat terbayar dengan hasil memuaskan. Melalui partisipasi ini, ITS turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-9 mengenai Industri, Inovasi, dan Infrastruktur. (*)
Reporter: Khaila Bening Amanda Putri
Redaktur: Andra Eka Wijayanti