Lima belas tim tersebut adalah tim terpilih dari seleksi pertama. Mereka telah berhasil menyingkirkan 142 tim lain lewat seleksi online yang digelar Minggu (19/2) lalu.
Bertempat di Jurusan Teknik Kimia, semifinal ini memakai konsep post to post. Setiap tim mendapat kesempatan untuk ‘berkunjung’ ke setiap pos. Waktu yang diberikan di setiap pos tidak lebih dari 15 menit.
Ketua Panitia Nopec, Mochammad Sholeh menjelaskan bahwa pos yang dimaksud ini adalah laboratorium. Ada lima laboratorium yang telah disiapkan untuk menguji setiap tim. Kelimanya meliputi laboratorium Kimia Fisika, Laboratorium Mikrobiologi, Laboratorium Biokimia, Laboratorium Thermodinamika dan Laboratorium Biomassa dan Konversi Energi.
Pada setiap pos, peserta mendapatkan presentasi mengenai masing-masing laboratorium dari mahasiswa laboratorium. Informasi tersebut meliputi fungsi laboratorium, penelitian yang dihasilkan hingga jumlah dan jenis peralatan yang digunakan.
Usai presentasi, para peserta mendapatkan satu buah soal yang juga dibuat oleh pihak laboratorium. ”Sehingga, ada lima soal dari lima laboratorium yang harus dikerjakan,” terang mahasiswa yang akrab disapa Sholeh ini.
Dari semifinal ini akan terpilih lima tim yang melaju ke tahap final, Minggu (4/3). Pada tahap final ini, setiap tim akan diuji kemampuan prakteknya. Selain itu, mereka juga dituntut untuk mempresentasikan hasil percobaannya di hadapan juri.
Tidak cukup hanya itu, di tahap final kelima peserta juga akan mendapatkan studi kasus mengenai energi. ”Studi kasus ini akan menguji kepekaan siswa terhadap keadaan energi saat ini,” pungkas Sholeh. (ran/lis)