Selaraskan KKN Literasi, ITS Gelar Sinkronisasi Bersama Kabupaten Gresik

Published on
By
Potret sambutan dan arahan oleh Manajer KKN ITS Dr Muhammad Khamim Asy’ari ST MT Dosen Departemen Teknik Fisika ITS pada Sinkronisasi Kuliah Kerja Nyata (KKN) Literasi di Kabupaten Gresik
Sambutan dan arahan oleh Manajer KKN ITS Dr Muhammad Khamim Asy’ari ST MT Dosen Departemen Teknik Fisika ITS pada Sinkronisasi Kuliah Kerja Nyata (KKN) Literasi di Kabupaten Gresik

Gresik, ITS News — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menghadirkan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Literasi sebagai upaya mengatasi rendahnya minat literasi di Indonesia. Bersama pemerintah Kabupaten Gresik, ITS menggelar kegiatan Sinkronisasi Kuliah Kerja Nyata (KKN) Literasi, Selasa (23/6) guna memastikan pelaksanaan program berjalan tepat sasaran.

Manajer KKN ITS Dr Muhammad Khamim Asy’ari ST MT menyebutkan, program ini menjadi upaya ITS dalam meningkatkan kualitas sumber daya (SDM) manusia melalui penguatan budaya literasi. Kontribusi tersebut sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-4, yakni tentang pendidikan berkualitas. “Sinkronisasi ini pun diadakan agar Tim KKN Literasi ITS mampu merancang program kerja yang sesuai dengan kondisi masyarakat,” ungkapnya. 

Di sisi lain, Kepala Bidang Riset dan Inovasi Daerah Gresik Havy Wardana ST mengungkapkan bahwa program ini bisa menjadi wadah untuk menumbuhkan budaya literasi di desa. Menurutnya, mahasiswa dapat berkontribusi lewat edukasi kreatif yang sesuai dengan perkembangan zaman. “Fokusnya bisa ke anak-anak di desa supaya terbiasa membaca dari kecil,” ujarnya.

Potret sambutan dan pembukaan diskusi sinkronisasi program KKN Literasi oleh Kepala Bidang Riset dan Inovasi Daerah Gresik Havy Wardana ST
Sambutan dan pembukaan diskusi sinkronisasi program KKN Literasi oleh Kepala Bidang Riset dan Inovasi Daerah Gresik Havy Wardana ST

Lebih lanjut, KKN Tematik Literasi ITS kali ini akan terbagi menjadi beberapa tim yang tersebar di sembilan wilayah Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Havy membeberkan bahwa di setiap desa nantinya akan ada perpustakaan desa yang dapat dimanfaatkan untuk mencapai tujuan KKN Literasi ini. “Nantinya mahasiswa bisa memberikan wawasan terkait manfaat perpustakaan desa untuk meningkatkan minat literasi masyarakat,” tuturnya. 

Di samping itu, kegiatan sinkronisasi ini turut mempertemukan dosen pembimbing lapangan (DPL) dan pengelola perpustakaan desa untuk mencari tahu permasalahan di lapangan. Berbagai kendala diutarakan, mulai dari keterbatasan SDM, sarana dan prasarana, hingga koleksi buku yang kurang beragam. Berbagai masukan tersebut diharapkan menjadi acuan bagi mahasiswa dalam menyusun sekaligus melaksanakan program kerja.

Potret pemaparan strategi edukasi oleh DPL Dr Kartika Nuswantara MPd, dosen Departemen Studi Pembangunan ITS
Pemaparan strategi edukasi oleh DPL Dr Kartika Nuswantara MPd, dosen Departemen Studi Pembangunan ITS

Menanggapi berbagai masukan tersebut, salah satu DPL Dr Kartika Nuswantara MPd berpesan kepada mahasiswa agar memberikan edukasi yang tepat sasaran. Baginya, salah satu cara untuk mencapai tujuan KKN Literasi ini adalah dengan mengedukasi orang tua untuk membiasakan budaya literasi pada anak sejak dini. “Peran keluarga, terutama ibu, menjadi salah satu cara untuk memperkuat budaya literasi,” ujarnya.

Melalui kegiatan sinkronisasi ini, mahasiswa peserta KKN Literasi ITS diharapkan mampu menghasilkan program kerja yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Program tersebut pun diharapkan dapat memperkuat budaya literasi melalui pendekatan yang inovatif dan berkelanjutan. Selain itu, kolaborasi antara ITS, pemerintah daerah, dan masyarakat diharapkan dapat terus terjalin demi meningkatkan kualitas literasi di Kabupaten Gresik. (*)

 

Reporter: Ahmad Maulana
Redaktur: Putu Calista Arthanti Dewi

×