Selaraskan IPTEK dan IMTAQ, Emil Dardak Isi Simposium Ramadan ITS 2026

Published on
By
Wakil Gubernur Jawa Timur Dr H Emil Elestianto Dardak B Bus M Sc Ph D menyampaikan kajian dalam Simposium Ramadan yang digelar di Masjid Manarul Ilmi ITS
Wakil Gubernur Jawa Timur Dr H Emil Elestianto Dardak B Bus M Sc Ph D menyampaikan kajian dalam Simposium Ramadan yang digelar di Masjid Manarul Ilmi ITS

Kampus ITS, ITS News — Turut menyemarakkan bulan suci Ramadan, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) melalui Ramadan di Kampus (RDK) kembali menggelar kegiatan kajian inspiratif. Rabu (11/3) malam, Simposium Ramadan digelar di Masjid Manarul Ilmi ITS dengan menghadirkan Wakil Gubernur Jawa Timur Dr H Emil Elestianto Dardak B Bus M Sc Ph D sebagai pemateri utama. 

Mengusung tema Menjadi Pemimpin yang Amanah dengan Jiwa Nasionalisme di Era Modern dengan Tantangan Globalisasi, simposium ini menjadi wadah refleksi bagi sivitas akademika ITS dan masyarakat umum. Dalam forum tersebut, peserta diajak menelaah peran ilmu pengetahuan dan teknologi agar tetap selaras dengan nilai keimanan, etika, serta kepedulian terhadap kemanusiaan. 

Dalam kajiannya, Emil menggarisbawahi pentingnya keseimbangan antara iman dan ilmu pengetahuan di tengah pesatnya perkembangan teknologi. Menurutnya, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) perlu berjalan selaras dengan nilai keimanan dan ketakwaan (IMTAQ) agar mampu memuliakan eksistensi manusia. “Ilmu pengetahuan seharusnya hadir untuk memuliakan manusia, bukan justru menimbulkan kerusakan,” paparnya menegaskan.

Suasana peserta yang mengikuti kajian dalam Simposium Ramadan di Masjid Manarul Ilmi ITS
Suasana peserta yang mengikuti kajian dalam Simposium Ramadan di Masjid Manarul Ilmi ITS

Selain itu, Emil juga menekankan bahwa kemajuan sains tidak dapat sepenuhnya dilepaskan dari pertimbangan sosial dan kemanusiaan. Ia berpendapat bahwa dalam berbagai eksperimen maupun pengembangan teknologi, manusia harus tetap mempertimbangkan dampak terhadap lingkungan dan ekosistem sosial di sekitarnya. “Kita tidak bisa hanya berpegang pada pendekatan ilmiah semata tanpa memperhatikan empati terhadap manusia dan perubahan ekosistem,” tuturnya.

Figur publik asal Jawa Timur tersebut pun mengingatkan bahwa kemampuan manusia untuk berkomunikasi dan berorganisasi menjadi salah satu kekuatan utama dalam membangun peradaban. Oleh karena itu, generasi muda diharapkan mampu memanfaatkan ilmu pengetahuan secara bijak dengan tetap menjunjung tinggi nilai moral dan tanggung jawab sosial.

Wakil Gubernur Jawa Timur Dr H Emil Elestianto Dardak B Bus M Sc Ph D bercengkerama dengan sivitas akademika ITS usai menyampaikan kajian dalam Simposium Ramadan di Masjid Manarul Ilmi ITS
Wakil Gubernur Jawa Timur Dr H Emil Elestianto Dardak B Bus M Sc Ph D bercengkerama dengan sivitas akademika ITS usai menyampaikan kajian dalam Simposium Ramadan di Masjid Manarul Ilmi ITS

Mengakhiri pemaparannya, Emil menegaskan bahwa keberadaan bangsa Indonesia sebagai negara berdaulat lahir dari kesamaan nilai yang mempersatukan masyarakatnya. Oleh karena itu, generasi muda perlu menjaga semangat nasionalisme dengan menjunjung tinggi sikap toleransi dan tenggang rasa di tengah perbedaan pandangan. “Perbedaan pandangan adalah hal yang wajar, tetapi kita harus mampu menghormatinya sehingga persatuan tetap terjaga,” ujarnya optimis.  

Melalui kegiatan edukatif ini, ITS turut berkontribusi dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Tujuan yang didukung khususnya pada poin ke-4 tentang Pendidikan yang Berkualitas dan poin ke-16 tentang Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh. (*)

 

Reporter: Iffah Najwa Ulya
Redaktur: Putu Calista Arthanti Dewi

×