ITS Expo dijadikan ajang kumpul forda mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dari segala penjuru nusantara. Hal ini merupakan salah satu bukti persatuan dari keaneragaman budaya Indonesia yang ada di kampus ini..
Seperti halnya Pelajar Mahasiswa Kekeluargaan Tanah Rencong (PMKTR), forda asal Aceh menampilkan tarian khasnya dalam pembukaan ITS Expo 2016. Nanda Rahmat Sentosa salah satu mahasiswa asal Aceh ini memaparkan masih banyak tarian lain selain Saman yang belum diketahui orang-orang. "Tari Rapa’i Geleng yang kami tampilkan ini misalnya. Tari Saman bukanlah satu-satunya tarian daerah yang dimiliki Aceh," jelas pria yang berlakon sebagai syahi, si pembawa syair.
Lanjut Nanda, mahasiswa Jurusan Teknik Kimia ini menjelaskan nilai-nilai yang dapat diambil dari gerakan Tari Rapa’i Geleng. "Kita dapat belajar mengenai sikap keseregaman dalam hal kerjasama dan kekompakan dalam lingkungan bermasyarakat," jelas Nanda. Tarian ini mengekspresikan dinamisasi masyarakat, digambarkan dari syair, kostum dan gerakan.
MBP (Mahasiswa Bona Pasogit), forda asal Sumatera Utara juga tidak kalah memukau. MBP (Mahasiswa Bona Pasogit) berhasil mengangkat legenda daerah, cerita Si Gale-Gale dalam penampilan mereka. "Kami sebut Si Gale-Gale. Kami memadukan tiga penampilan, teater, tari, dan musik", jelas Boy Bastian, Ketua MBP Surabaya.
Sampai saat ini, patung Si Gale-Gale yang diambil dari nama Pangeran Manggale masih terdapat di Pulau Samosir, namun digerakkan oleh manusia."Kami memilih mengangkat cerita Si Gale-Gale karena ini adalah ikon Sumatera Utara yang belum terkenal di masyarakat," ungkap mahasiswa Jurusan Teknik Material dan Metalurgi.
"Kedepannya, saya berharap ITS Expo dapat membuat pengunjung benar-benar tertarik dengan kebudayaan-kebudayaan yang ada di Indonesia. Sehingga tidak hanya sekedar datang, makan, menonton penampilan, dan pulang," pungkasnya kepada ITS Online. (io9/riz)