
Kampus ITS, ITS News – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Pengabdian kepada Masyarakat (Abmas) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) terus mendorong peningkatan literasi publik mengenai transisi energi melalui penyelenggaraan Energy Policy Series. Mengusung dua tema strategis, yakni pemanfaatan sampah menjadi energi dan elektrifikasi daerah terpencil, kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi antara akademisi, industri, pemerintah, serta masyarakat dalam membahas solusi menuju ketahanan energi nasional yang berkelanjutan.
Kegiatan ini diselenggarakan di Galeri Riset Inovasi dan Teknologi (GRIT) Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM), Gedung Research Center (RC) ITS. Rangkaian seminar tersebut terbuka bagi mahasiswa maupun masyarakat umum yang memiliki perhatian terhadap isu energi dan pembangunan berkelanjutan.
Seminar pertama, Energy Policy Series #1 bertajuk Dari Sampah Menjadi Energi, digelar pada 5 Desember 2025 lalu. Kegiatan ini mengupas potensi pengelolaan sampah sebagai sumber energi alternatif yang mampu mendukung ketahanan energi sekaligus meningkatkan nilai ekonomi masyarakat.

Hadir sebagai narasumber, Vice President Technology Development PT PLN Nusantara Power Ardi Nugroho ST MT IPM, Vice President Strategi Pengembangan Biomassa PT PLN Energi Primer Indonesia Anita Puspita Sari ST MT, Direktur PT Boma Bisma Indra (Persero) Ir M Agus Budiarto, serta Senior Energy Researcher ITS Dr Ary Bachtiar Krishna Putra. Diskusi dipandu oleh Dr Gogor Arif Handiwibowo selaku moderator.
Melalui seminar tersebut, para narasumber memaparkan berbagai strategi pengembangan teknologi waste-to-energy, pemanfaatan biomassa sebagai energi baru terbarukan, hingga tantangan implementasi kebijakan energi di Indonesia. Tidak hanya membahas aspek teknologi, peserta juga diajak memahami pentingnya kolaborasi antara pemerintah, industri, perguruan tinggi, dan masyarakat dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
Selanjutnya, Energy Policy Series #2 mengangkat tema Elektrifikasi Daerah Terpencil: Pengelolaan Pembangkit Listrik Kepulauan dan Potensi Pengembangan PLTS-BESS Model Kepulauan yang diselenggarakan pada 13 Februari 2026 lalu. Seminar ini menyoroti tantangan pemerataan akses listrik di wilayah kepulauan dan daerah terpencil sebagai salah satu agenda penting pembangunan nasional.

Direktur Manajemen Human Capital dan Administrasi PT PLN Nusantara Power TB Ari Wibawa Mukti hadir sebagai keynote speaker. Seminar ini kembali menghadirkan Ardi Nugroho ST MT IPM. Sleian itu, ada juga General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Jawa Timur Ir Ahmad Mustaqir, Ketua Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia (MKI) Jawa Timur Ir Dwi Kusnanto MM, serta dosen Departemen Teknik Elektro ITS Dedet Candra R MEng PhD. Kegiatan kembali dipandu oleh Dr Gogor Arif Handiwibowo sebagai moderator.
Pada kesempatan tersebut, para pembicara menjelaskan berbagai strategi pengembangan energi terbarukan bagi wilayah kepulauan, khususnya melalui implementasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang terintegrasi dengan Battery Energy Storage System (BESS). Berbagai tantangan teknis, ekonomi, hingga kebijakan dalam mewujudkan elektrifikasi yang merata dan berkelanjutan juga menjadi pembahasan utama.
Penggagas sekaligus penanggung jawab kegiatan, Dr Gogor Arif Handiwibowo, menjelaskan bahwa Energy Policy Series dirancang sebagai wadah pertukaran pengetahuan antara akademisi, praktisi industri, pemerintah, dan masyarakat dalam menghadapi tantangan sektor energi di masa depan. “Kolaborasi multipihak menjadi kunci untuk mewujudkan ketahanan energi nasional sekaligus mempercepat tercapainya target transisi energi yang berkelanjutan,” ungkapnya.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang pelaksanaan kedua seminar. Beragam pertanyaan mengenai teknologi konversi sampah menjadi energi, pengembangan biomassa, implementasi PLTS-BESS, hingga peluang riset dan karier di sektor energi menunjukkan tingginya minat generasi muda terhadap isu keberlanjutan.
Melalui penyelenggaraan Energy Policy Series #1 dan #2, mahasiswa KKN Abmas ITS berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengembangan energi berkelanjutan, memperluas wawasan peserta terhadap perkembangan sektor energi nasional, sekaligus memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, industri, dan pemerintah dalam mendukung transisi energi Indonesia.
Kegiatan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 7 (Energi Bersih dan Terjangkau) melalui peningkatan literasi dan pengembangan energi terbarukan, SDG 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan) melalui pemanfaatan sampah menjadi energi. Selain itu, SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) melalui upaya percepatan transisi energi rendah karbon, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi, industri, pemerintah, dan masyarakat. (*)