Acara ini diselenggarakan terpusat di Surabaya. Tak hanya pameran, beberapa acara menarik pun juga meramaikan HUT stasiun televisi ternama ini. Seperti One Fun Bike, Workshop dan Diskusi Jurnalistik serta talkshow Karya Anak Bangsa.
Dalam kesempatan ini, mobil Sapu Angin ITS mendapat undangan khusus guna bertengger di salah satu stan pameran. Sapu Angin pun berjajar dengan sejumlah karya hebat anak bangsa lain. Seperti farious Go_Kart buatan SMK Muhammadiyah 4 Surabaya, Replika Kapal Layar dari Sanggar Seni Bahari Tradisional (SSBT) Handicraft, dan beberapa karya lain.
Kiprah mobil yang berbentuk kapsul luar angkasa ini memang tak perlu diragukan lagi. Sebut saja torehan prestasi Sapu Angin yang menggebrak tanah air pada awal Juli tahun lalu. Mobil kapsul luar angkasa ini berhasil didaulat sebagai mobil paling irit dalam Shell Eco-Marathon (SEM) 2011 yang digelar di Sirkuit Sepang, Malaysia.
Sapu Angin merupakan mobil rakitan asli mahasiswa Teknik Mesin ITS dengan menggunakan mesin Paijo Experiment (PEX) 90. Paijo tak lain adalah kepanjangan dari Pasti Anak ITS Juara Oke. ”Tim selalu mengusahakan yang terbaik,” ujar Dimas Perdana Martino, salah satu anggota tim Sapu Angin.
Unjuk gigi Sapu Angin dalam pagelaran HUT TVOne tersebut ternyata menarik antusias penonton yang hadir. Tekbukti, saat sesi tanya jawab dalam talkshow, banyak pemirsa yang ingin tahu lebih banyak tentang mobol irit ini. Bererapa juga menanyakan tentang keberlanjutan masa depan Sapu Angin.
Seolah menjawab, Dimas mengaku bahwa ia bersama tim sedang dalam tahap pembuatan body untuk mobil Sapu Angin 6, dan Sapu Angin 7. Mobil ini siap diadu kembali untuk SEM 2012. ”Kami bedakan dari bahan bakar, untuk Sapu Angin 6 menggunakan bensin, sedangkan ketujuh menggunakan diesel dan solar,” sebut mahasiswa Teknik Mesin angkatan 2008 itu.
Pameran ini bukan kali pertama bagi Sapu Angin. Beberapa kali Sapu Angin juga di undang guna di pamerkan di khalayak masyarakat, juga pemerintah. Hal ini semakin memperjelas keberadaan karya anak bangsa yang tidak bisa dipandang sebelah mata. ”Untuk selanjutnya sapu angin siap berlaga kembali,” tegas Dimas. (lik/fz)