Bertepatan dengan car free day, JMMI bersama Forum Silaturahim Lembaga Dakwah Kampus (FLDK) se-Surabaya mengadakan long march dari Taman Bungkul hingga Masjid Al-Falah Surabaya. Acara semakin meriah dengan adanya pawai drum band dari Yayasan Himmatun Ayat. Aksi ini menjadi pusat perhatian dari warga Surabaya yang menikmati car free day.
Gema’34 kali ini juga dihadiri oleh berbagai kampus lain, di antaranya adalah Universitas Airlangga, Universitas Trunojoyo Madura, Universitas Surabaya (Ubaya), Institut Teknologi Adhitama Surabaya (ITATS), Universitas Negeri Surabaya (Unesa), dan Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS). Selain itu, Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) turut mengikuti aksi ini juga. Mereka menggelar kegiatan medical check up bagi warga
Tak hanya menggelar aksi saja, peserta juga membagikan tool kit berupa jadwal imsyakiah, brosur Ramadhan, dan bunga. ”Aksi ini mengajak masyarakat untuk menyiapkan diri menghadapi Ramadhan,” ujar Mochammad Firmansyah, koordinator acara.
Aksi teatrikal dari Yayasan Himmatun Ayat turut memeriahkan acara ini. Teatrikal tersebut menggambarkan kondisi bangsa yang digerogoti oleh tikus-tikus berdasi. Seakan-akan bangsa ini tidak lepas oleh pelaku korupsi. Aksi teatrikal ini mengingatkan masyarakat agar selalu berhati-hati dengan tipu daya dunia. Para peserta juga dihibur oleh lantunan shalawat dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Cinta Rebana ITS.
Usai aksi di Taman Bungkul, aksi dilanjutkan di Bundaran pada sore hari. Aksi kali ini turut melibatkan ketua lembaga dakwah jurusan di ITS. Mereka berorasi tentang pentingnya mempersiapkan diri pada bulan Ramadhan. ”Siapkan amal terbaikmu pada bulan Ramadhan ini,” ucap Ilham Anugerah Permata, Ketum LDJ KINI dalam orasinya.
Selain menggelar orasi, Gema’34 kali ini juga melakukan penggalangan dana bagi Suriah dan korban bencana di Aceh. ”Kami ingin membantu sesama muslim yang lagi mengalami kesusahan, apalagi sekarang mendekati Ramadhan,” tutup Firman. (ady/ran)