Tak jauh berbeda dengan hari sebelumnya, Seminar Energi pada hari kedua mendiskusikan pemanfaatan energi terbaru dan terbarukan. Beberapa teori mengenai energi terbaru dan terbarukan disampaikan oleh Ir Hendra Iswahyudi MSi, Kepala Bagian Rencana dan Laporan Direktorat Jenderal (Dirjen) Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE).
Menurut alumni Jurusan Teknik Fisika ITS ini, energi baru adalah segala sumber energi yang baru dan dapat menghasilkan energi yang dapat diperbaharui. Hendra menjelaskan bahwa untuk menggunakan energi secara efisien, bukan selalu berarti irit dan pelit. Melainkan, menggunakan energi secara bijaksana dan sesuai kebutuhan.
Sebenarnya, ada banyak sumber energi baru dan terbarukan jika potensi sumber daya dapat dimaksimalkan. ”Bahkan sampah sekalipun bisa menghasilkan energi untuk kita,” katanya. Selain itu, pria kelahiran Banyuwangi ini juga menyampaikan materi mengenai ketahanan energi. Satu hal yang ia jelaskan bahwa ketahanan energi juga terkait dengan ketahanan politik, ekonomi, dan sosial negara.
Imam Asy’ari MT, staf Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jatim melanjutkan diskusi mengenai kontribusi Jatim dalam menyokong kebutuhan energi. Alumni Jurusan Teknik Kimia ITS ini kemudian lebih banyak bercerita mengenai sumber daya minyak di Indonesia, khususnya Jatim.
Selain itu, Imam juga bercerita mengenai kondisi masyarakat Jatim dalam penggunaan energi. ”24 persen masyarakat belum berlistrik tapi bayar pajak untuk membayar listrik yang digunakan masyarakat yang berlistrik,” tuturnya.
Kesenjangan ini pun ditanggapi oleh Teguh Rahmanto yang aktif dalam pengembangan SDM dalam sosial dan masyarakat. Alumni Jurusan Teknik Perkapalan ITS ini menegaskan bahwa yang menggunakan energi dengan jumlah banyak haruslah menyumbang banyak dalam pemenuhan kebutuhan energi di masyarakat.
Teguh juga berpendapat mengenai rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). ”Masyarakat siap dengan harga BBM berapa pun,” ujarnya. Namun baginya, hal itu dapat terjadi jika pemerintah konsisten, berkelanjutan, dan dapat bertanggung jawab atas keputusan yang diberlakukan. (set/esy)