Dalam sambutannya, Wali Kota yang akrab disapa Risma ini pun memotivasi masyarakat Bali untuk jangan ragu dan selalu mengembangkan seninya di Surabaya. Pasalnya, pengenalan seni Bali di Surabaya sangat diperlukan agar tetap dilestarikan. ”Karena bila pelestarian budaya hilang, maka penyesalan akan datang di akhiran,” imbuh Risma.
Tak hanya itu, Risma pun turut memotivasi anak-anak untuk tertarik pada kesenian tradisional. Hal tersebut dikarenakan biasanya anak muda gengsi dan menganggap bahwa kesenian tradisional itu kampungan. "Justru itulah hebatnya, bisa membawa nilai di keberagaman dunia," ujar Risma dengan menggebu-gebu.
Risma pun turut menikmati beberapa pertunjukkan di acara tersebut. Alumni dari ITS ini menjelaskan bahwa pendidikan yang tinggi tak hanya penerapan ilmiah dan seni budaya, tetapi disertai dengan akarnya."Penampilan yang sangat indah malam ini, hanya saja saya berharap lebih agar mereka melakukan semacam bedah asal mula dari seni yang mereka tampilkan tadi dan pasti itu sangat perfect dan luar biasa," imbuh Risma.
Saat ditemui usai memberikan sambutan di acara yang digelar oleh Tim Pembina Kerohanian Hindu (TPKH) ini, Risma menilai bahwa TPKH festival ini bisa menjadi embrio dari para pencinta seni karena acara ini sudah bagus dan menurut beliau perlu dilanjutkan serta dikembangkan."Acara ini sangat hebat, kita bisa saling bertoleransi. Cantik nan indah dan perlu dilanjutkan karena semakin beragamnya budaya yang diadakan di kota Surabaya ini semakin membuat kesan yang baik untuk kota kita," pesan Risma.(riz/sha)