Rektor : Ini Titik Awal Periode PTN-BH ITS

Published on
By

Usai mengucap sumpah jabatan, Joni  dalam pidatonya menjelaskan pelantikan ini penting adanya sebagai tanda mengalirnya estafet kepemimpinan. ”Juga sebagai tolakan awal menyongsong periode ITS sebagai PTN-BH," ucapnya memulai bahasan.

Ditengah pidatonya, Joni juga menyinggung besar kemungkinan para pejabat yang dilantik hari ini, akan dilantik ulang beberapa waktu mendatang. Hal tersebut terkait perubahan statuta ITS dari PTN-BLU menjadi PTN-BH. "Statuta ini secara kasap mata sudah kita raih, namun untuk peresmiannya harus menunggu sidang pertama MWA-WM Kamis (17/3) mendatang," terang Joni.

Ia pun berpesan agar para pejabat terlantik dapat selalu bekerja sebagai tim dan jujur dalam melangkah. "Setelah ini ayo berlari, kita usung bersama status PTN-BH. Kita angkat maruwah bangsa indonesia. Berikan kontribusi nyata baik lokal maupun nasional," gagasnya.

Ditemui secara terpisah, Prof Ir Arif Djunaidy MSc PhD, Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Manusia, Organisasi, dan Teknologi Sistem Informasi mengatakan bahwa pejabat yang terpilih telah memenuhi kualifikasi yang diberikan. "Kualifikasinya adalah dosen PNS aktif, memiliki jabatan fungsional, dedikasi, integritas, disiplin, dan taqwa. Selain itu, mereka juga harus bisa bekerja sama dengan atasan yang bersangkutan," jelasnya.

Selain itu, Arif menjelaskan pelantikan harus dilaksanakan saat ini juga karena ada pejabat yang telah berakhir masa baktinya. "Karena masa baktinya telah habis, mau tidak mau harus kita lakukan pergantian kan?" terangnya.

Sedangkan pelantikan ulang setelah diresmikannya statuta ITS sebagai PTN-BH mutlak diperlukan. Hal ini karena struktur organisasi untuk PTN-BH praktis berbeda dengan PTN-BLU. "Posisi baru setelah pelantikan ulang kelak bisa jadi akan berbeda dengan jabatan saat ini. Namun yang pasti, semua pejabat yang dilantik hari ini akan mendapat tempat pada pelantikan ulang mendatang," tutur Arif. (qi/man)

×