Dalam presentasinya, Dr Norela Binti Sulaiman mengungkapkan ternyata ada korelasi antara pertumbuhan kunang-kunang Ptyroptix tener dengan mangrove Sonneratia caseoralis. "Hubungan antara kedua spesies ini menjanjikan sebuah potensi pariwisata berbasis konservasi lingkungan," terang dosen Universiti Kebangsaan Malaysia ini.
Norela menambahkan, realisasi pariwisata dengan konsep keindahan cahaya kunang-kunang ini memiliki daya tarik yang cukup baik. Terlebih dengan membangun pariwisata ini, konservasi mangrove akan lebih berkelanjutan. Sebab selain mendukung aspek konservasi, konsep ini juga dinilai akan meningkatkan perekonomian masyarakat.
Menurutnya, Indonesia dengan keanekaragaman mangrove-nya memiliki potensi besar untuk mengembangkan ekowisata ini. "Spesies yang berbeda memungkinkan adanya simbiosis yang berbeda pula antara kunang-kunang dan mangrove. Jadi diperlukan studi lebih lanjut mengenai spesies mangrove yang ada di Indonesia," tambah Norela.
Dalam kuliah tamu ini, Norela beserta tim dosen Jurusan Biologi ITS juga mengunjungi Hutan Mangrove Wonorejo. Kegiatan ini sengaja dilakukan agar mereka bisa mengkaji potensi ekowisata di daerah tersebut bersama-sama. (n12/pus)