Pertahankan Juara KRAI, Tim Robot ITS Wakili Indonesia ke Hong Kong - ITS News

Pertahankan Juara KRAI, Tim Robot ITS Wakili Indonesia ke Hong Kong

Published on
By
Tim Richie ABU Robocon ITS bersama Robot Triceratops dan Rex selepas berhasil membawa pulang kembali piala bergilir KRAI 2026
Tim Richie ABU Robocon ITS bersama Robot Triceratops dan Rex selepas berhasil membawa pulang kembali piala bergilir KRAI 2026

Jember, ITS News — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) berhasil mempertahankan gelar juara pertama Kontes Robot ABU Indonesia (KRAI) 2026 sekaligus menyabet penghargaan Best Design pada babak final yang dihelat di Universitas Jember (Unej), Minggu (12/7) malam. Capaian membanggakan tersebut akhirnya mengantarkan ITS untuk mewakili Indonesia pada ajang tingkat internasional ABU Robocon 2026 yang akan digelar di Hong Kong, Agustus mendatang.

Sebelum mengangkat trofi juara, robot tim Richie hasil besutan Tim ABU Robocon ITS terlebih dahulu berhasil mengatasi perlawanan tuan rumah Unej pada babak semifinal. Konsistensi performa unggul kembali ditunjukkan di laga puncak dengan menumbangkan Tim Maestro Evo dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dengan selisih skor 140.

Ketua Tim Richie ITS Muhammad Najmi Ihsan saat mengontrol robot Triceratops untuk mengambil Kung Fu Scroll
Ketua Tim Richie ITS Muhammad Najmi Ihsan saat mengontrol robot Triceratops untuk mengambil Kung Fu Scroll

Di balik capaian tersebut, Ketua Tim Richie ITS Muhammad Najmi Ihsan mengungkapkan bahwa performa robot ditopang oleh sejumlah inovasi. Menurutnya, sistem komunikasi, pengambilan keputusan berbasis artificial intelligence (AI), dan desain mekanik dikembangkan untuk keselarasan dua robot. “Seluruh sistem kami kembangkan untuk memastikan kedua robot dapat berkoordinasi secara presisi dalam setiap tahapan misi,” jelasnya.

Lebih lanjut, Najmi memaparkan bahwa salah satu keunggulan yang membedakan robot milik ITS dari tim lain adalah komunikasi antarrobot berbasis deteksi cahaya. Robot 1 (Triceratops) memancarkan sinyal cahaya ketika proses weapon assembly, lalu Robot 2 (Rex) menangkapnya melalui sensor light dependent resistor (LDR) untuk menyelaraskan pergerakan. “Dengan metode ini, komunikasi antarrobot tetap berjalan meski peraturan melarang komunikasi secara nirkabel,” bebernya.

Momen saling dorong Kung Fu Scroll antara robot Triceratops dari Tim Richie ITS (merah) dengan robot Tim Maestro Evo UNY (biru) yang memperebutkan kotak tic-tac-toe di ajang final KRAI 2026
Momen saling dorong Kung Fu Scroll antara robot Triceratops dari Tim Richie ITS (merah) dengan robot Tim Maestro Evo UNY (biru) yang memperebutkan kotak tic-tac-toe di ajang final KRAI 2026

Tak hanya itu, mahasiswa Departemen Teknik Mesin ITS itu juga menguraikan bahwa kemampuan tersebut didukung oleh algoritma AI path planning dan backtracking yang bekerja pada setiap titik pengambilan keputusan. Algoritma tersebut memungkinkan robot mengevaluasi kembali strategi ketika menemukan kondisi yang tidak sesuai dengan skenario awal, sehingga peluang menyelesaikan misi tetap terjaga.

Selain AI, Najmi berpendapat bahwa penghargaan Best Design Robot juga ditopang oleh rancangan mekanik yang berbeda dari tim peserta lainnya. Rex mengusung mekanisme three-axis arm, sedangkan Triceratops menggunakan mekanisme menyerupai forklift untuk mengangkat Kung Fu Scroll. “Konsep desain kedua robot memang kami sesuaikan dengan pembagian misi masing-masing agar bisa saling melengkapi,” imbuhnya.

Desain tersebut, menurut dosen pembimbing Tim ABU Robocon ITS Muhammad Lukman Hakim ST MT, juga berkontribusi terhadap konsistensi performa robot sepanjang kompetisi. Ia mengapresiasi tim Richie yang mampu terus meningkatkan performanya dari babak awal hingga final, meski sempat menghadapi kendala pada sejumlah sensor saat babak delapan besar. “Alhamdulillah, setiap pertandingan grafik performa tim terus meningkat,” tutur Lukman bangga.

Salah satu anggota Tim Richie ITS langsung melakukan selebrasi selepas sukses mengungguli tim robot UNY dengan total skor 160 pada babak final Kontes Robot ABU Indonesia (KRAI) 2026 di Universitas Jember
Salah satu anggota Tim Richie ITS langsung melakukan selebrasi selepas sukses mengungguli tim robot UNY dengan total skor 160 pada babak final Kontes Robot ABU Indonesia (KRAI) 2026 di Universitas Jember

Lebih lanjut, Lukman menjelaskan bahwa keberhasilan tim bimbingannya tersebut tidak hanya bertumpu pada keunggulan mekanik robot, tetapi juga kemampuan menyusun strategi yang adaptif terhadap dinamika pertandingan. Menurutnya, integrasi elektronika, pemrograman, dan strategi permainan menjadi faktor penting yang membuat robot mampu tampil konsisten hingga meraih gelar juara.

Dengan keberhasilan mempertahankan gelar juara nasional selama dua tahun berturut-turut, Tim Richie ITS kembali membawa harapan Indonesia untuk bersaing pada kompetisi robot tingkat Asia Pasifik. Pencapaian ini sekaligus mencerminkan komitmen ITS dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin ke-4 tentang Pendidikan Berkualitas serta poin ke-9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur. (HUMAS ITS)

 

Reporter: Naurah Fitri

×