Sekretaris Institut ITS sendiri menyediakan tiga unit layanan, meliputi Unit Layanan Hukum, Unit Layanan Protokoler Promosi dan Humas, serta Unit Layanan Pengawasan dan Pengelolaan Progam Khusus.
Menurut Dr Dra Agnes Tuti Rumiati M Sc, Sekretaris Institut, selama ini masih banyak pejabat tinggi baik tingkat fakultas maupun departemen yang kurang paham mengenai prosedur layanan Sekretaris Institut. "Untuk menerbitkan SK misalnya, masih banyak yang tidak tahu tentang syarat apa saja yang dibutuhkan dan bagaimana alurnya. Hal-hal kecil seperti ini harus diminimalisir sebagai salah satu bentuk komitmen ITS untuk menjadi Perguruan Tinggi Bertaraf Internasional," ungkapnya.
Lanjut Agnes, ITS mengajak fakultas dan departemen bersama-sama mecitrakan nama ITS ke dunia luar. Sebagai langkah awal, pihaknya meminta Kepala Departemen untuk mengumpulkan calon wisudawan berprestasinya. "Para wisudawan berprestasi bisa dipublikasikan lewat media melalui bantuan Unit Layanan Protokoler Promosi dan Humas, sehingga kabar baik ini tidak hanya berkutat di lingkungan kampus atau bahkan departemen saja," jelas wanita berkacamata tersebut.
Doktor Departemen Statistika tersebut mengungkapkan bahwa saat ini media memiliki peran besar dalam mempengaruhi presepsi masyarakat. Menurutnya, hal ini perlu dimanfaatkan dengan aktif mengabarkan prestasi-prestasi yang telah diraih oleh ITS. "Agar masyarakat luas tahu prestasi apa saja yang telah kita raih," tuturnya.
Tidak berhenti disitu, sosialisasi kali ini turut membahas tentang pentingnya penerapan Smart Eco Campus hingga lingkungan departemen. "Tata kelola kantor harus diperhatikan. World Class University mana yang membiarkan kertas bertumpukan diatas meja?" tanya Agnes.
"Saya berharap kedepannya kesadaran akan ketertiban dan mewujudkan smart eco campus sebagai program bersama semakin meningkat, lebih-lebih bila seluruh departemen sadar tentang pentingnya mencitrakan ITS kepada dunia luar,†pungkasnya. (lys)