Dari data yang diperoleh, pemilihan umum (pemilu) yang berlangsung selama dua hari sejak Rabu (8/10) berhasil membuat Imran Ibnu Fajri memperoleh suara terbanyak dengan total 3.748 suara. Dengan akumulasi suara pada hari pertama sebesar 2.249 suara dan 1.499 pada hari kedua.
Sedangkan, kandidat lainnya, Pasca H Winanda memperoleh suara sebesar 1.662 pada hari pertama dan 1.065 pada hari kedua. Dengan kata lain, calon presiden BEM ITS nomor urut dua ini meraih total suara sebesar 2.727 suara. Hal tersebut tak pelak membuat Imran Ibnu Fajri keluar sebagai calon Presiden BEM ITS terpilih.
Sementara itu, untuk tabulasi pemungutan suara calon DPM ITS terdapat total 654 surat suara yang tidak sah dan 132 surat suara yang bersifat abstain. Dari delapan belas kandidat calon DPM ITS, Hanif Fermanda Putra memperoleh suara terbanyak dengan perolehan suara sebesar 427 suara disusul Nur Arief H dengan total suara sebanyak 332 suara.
Berbeda dengan tahun sebelumnya, diakuinya pada pemilu kali ini mengalami kelonjakan presentase pemilih sebesar 52,17 persen. Sedangkan, pada tahun sebelumnya hanya mencapai 47 persen. Hal ini pun menurut Fahmi menunjukkan bahwa mahasiswa ITS mulai menyadari pentingnya keterlibatan mereka dalam pesta demokrasi tahunan Keluarga Mahasiswa (KM) ITS ini. ”Dengan adanya bukti ini turut menunjukkan golongan putih (golput) yang ada di ITS berkurang,” imbuh mahasiswa angkatan 2011 tersebut. (van/man)