Perluas Jejaring Global, ITS Pamerkan Inovasi di GSDC 2026

Published on
By
Dua delegasi ITS sedang menjelaskan terkait ITS kepada salah satu pengunjung internasional dalam GSDC 2026

Jakarta, ITS News — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) terus memperluas peran globalnya dalam mendukung pembangunan berkelanjutan. ITS turut ambil bagian dalam Global Sustainable Development Congress (GSDC) 2026 yang berlangsung selama empat hari, sampai Rabu (24/6) di Jakarta.

Forum internasional tersebut menjadi langkah strategis bagi ITS dalam memperkokoh jejaring global sekaligus mempelajari praktik terbaik dari berbagai perguruan tinggi dunia. Pada kegiatan yang turut dihadiri oleh Sekretaris Institut Prof Dr Ir Umi Laili Yuhana SKom MSc CRP itu, ITS turut memperkenalkan berbagai inovasi unggulannya yang berdampak nyata bagi masyarakat.

Sekretaris Institut Prof Dr Ir Umi Laili Yuhana SKom MSc CRP sebagai salah satu delegasi ITS dalam GSDC 2026

Menurut sosok yang akrab disapa Yuhana itu, pengalaman yang diperoleh dalam ruang internasional itu dapat menjadi bekal penting dalam meningkatkan implementasi program keberlanjutan di lingkungan kampus. Berbagai isu strategis menjadi pembahasan dalam kegiatan tersebut. “Kami turut mendiskusikan perencanaan pendidikan dan pembangunan berkelanjutan, transformasi digital, energi terbarukan, ketahanan iklim, teknologi, dan hal lainnya dalam mendukung pencapaian SDGs,” terang Yuhana.

Kepala Unit Reputasi Institusi Kantor Penjaminan Mutu ITS Sarah Cahyadini ST MT PhD mengungkapkan bahwa pembahasan kerja sama difokuskan pada bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang berkaitan dengan isu keberlanjutan. “Beberapa topik yang menjadi perhatian bersama antara lain mikroplastik, teknologi robotika, serta pengelolaan limbah,” jelasnya.

Sarah menambahkan bahwa sejumlah perguruan tinggi yang mengikuti pameran merupakan mitra eksisting ITS. Meski demikian, peluang pengembangan kerja sama baru tetap terbuka lebar karena kegiatan ini juga dihadiri pelaku industri dan para pembuat kebijakan dari berbagai negara. Kondisi tersebut membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dalam pengembangan inovasi, riset terapan, maupun program pemberdayaan masyarakat.

Sekretaris Institut Prof Dr Ir Umi Laili Yuhana SKom MSc CRP (ketiga dari kiri) bersama KPM ITS Sarah Cayadini ST MT PhD (kedua dari kiri) dan jajaran delegasi ITS dalam GSDC 2026

Lebih lanjut, GSDC juga menjadi ajang bagi perguruan tinggi untuk memahami perkembangan terkini terkait pengukuran kontribusi institusi terhadap pencapaian SDGs. Berbagai wawasan mengenai pengelolaan program keberlanjutan, penguatan dampak pengabdian kepada masyarakat, pengembangan riset berbasis SDGs, serta tata kelola pelaporan yang efektif diperoleh ITS selama mengikuti rangkaian kegiatan tersebut.

Dengan kehadiran berbagai mitra nasional hingga internasional, ITS menampilkan beragam inovasi hasil riset dosen dan mahasiswanya. Mulai dari Lamusa Bahari yang mendukung produktivitas nelayan, REIDI, ITSpa Bath Salt, Dupa Keraton untuk aromaterapi. “ITS ingin menunjukkan institusi pendidikan tidak hanya menghasilkan ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga mampu menghadirkan solusi nyata terhadap tantangan pembangunan berkelanjutan,” ungkap Yuhana.

Melalui partisipasi ini, ITS berharap dapat memperluas peluang kerja sama internasional, memperkuat kapasitas institusi dalam menjalankan program keberlanjutan. Tidak hanya itu, Yuhana beserta jajaran delegasi lainnya bersiap untuk meningkatkan kontribusi nyata perguruan tinggi dalam mewujudkan pembangunan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Menutup penjelasannya, Yuhana optimis bahwa keaktifan delegasi ITS akan membuahkan sinergi yang berkelanjutan bagi semua pihak. Sebab tantangan pembangunan berkelanjutan saat ini tidak dapat diselesaikan oleh satu institusi atau satu negara saja. “Maka, kolaborasi lintas negara menjadi kunci dalam menghasilkan solusi yang lebih inovatif dan berdampak,” pungkasnya optimistis.

Partisipasi aktif ITS dalam forum global itu menjadi salah satu bentuk nyata kampus Pahlawan itu dalam memperjuangkan capaian SDGs. Terutama capaian SDGs poin ke-4 tentang peningkatan pendidikan yang berkualitas, serta poin ke-17 mengenai kemitraan untuk mencapai tujuan bersama. (HUMAS ITS)

 

Reporter: Syifa Rahmadina

×