
Kampus ITS, ITS News — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) bersama Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) menggelar pelatihan penetration testing (Pentest). Berlangsung selama dua hari sejak Senin (29/6), pelatihan ini bertujuan untuk memperkuat ketahanan siber di sektor pemerintahan daerah.
Kepala Diskominfo Pemprov Jatim Sherlita Ratna Dewi Agustin SSi MIP menyebutkan, kegiatan ini menjadi upaya Pemprov Jatim dalam menghadapi tantangan keamanan siber yang kian kompleks. Pelatihan tersebut ditujukan agar aparatur pemerintah daerah siap memperkuat keamanan siber di wilayahnya masing-masing. “Melalui pelatihan ini, aparatur pemerintah daerah diharapkan mampu mengidentifikasi kerentanan dan memperkuat ketahanan siber,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Departemen Teknik Informatika ITS Prof Ir Ary Mazharuddin Shiddiqi SKom MCompSc PhD IPM mengaku bahwa agenda ini adalah bekal penting bagi aparatur pemerintah. Pentest menjadi sebuah bimbingan teknis terkait pengujian keamanan pada aplikasi web secara proaktif. “Pelatihan penetration testing ini sangat penting untuk meningkatkan kemampuan aparatur dalam menjaga keamanan siber,” bebernya.
Sekitar 100 peserta yang mewakili 38 pemerintah kota dan kabupaten se-Jatim mengawali pelatihan dengan simulasi penyerangan web. Simulasi ini diselenggarakan oleh Laboratorium Teknologi Jaringan dan Keamanan Siber Cerdas Departemen Teknik Informatika ITS dengan memanfaatkan platform ITS Nabu. Simulasi tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran awal dalam menghadapi serangan siber.
Kepala Subdirektorat Aplikasi dan Platform Digital ITS Baskoro Adi Pratomo SKom MKom PhD mendampingi langsung proses simulasi tersebut. Lewat ITS Nabu, Baskoro mengajak peserta untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi celah keamanan pada aplikasi web . “ITS Nabu ini kita siapkan agar peserta dapat memahami dan menguji celah keamanan siber secara langsung,” imbuhnya.

Usai praktik, Baskoro turut memberikan pembahasan terkait simulasi yang dijalankan sehingga peserta juga memperoleh pembekalan secara teori mengenai teknik penetration testing. Mulai dari identifikasi kerentanan, analisis keamanan sistem, hingga penyusunan rekomendasi perbaikan untuk memperkuat ketahanan siber pemerintah. Baskoro berharap dengan langkah ini, peserta mampu memahami dan membangun sistem pertahanan siber yang lebih tangguh.
Melalui kolaborasi yang terjalin antara Diskominfo Provinsi Jawa Timur dan ITS, Baskoro berharap pelatihan ini mampu melahirkan aparatur yang siap menciptakan keamanan siber yang kokoh. Kegiatan ini pun mendukung tercapainya Sustainable Development Goals (SDGs). Poin yang terkait ialah poin ke-17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan dan poin ke-16 tentang Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh. (*)
Reporter: Ahmad Maulana
Redaktur: Putu Calista Arthanti Dewi