
Kampus ITS, ITS News — Dalam memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Galih Kanestri Dewi Pramujati menyoroti pentingnya pembentukan karakter mahasiswa yang tangguh. Hal ini ditekankan agar mahasiswa tidak menjadi Generasi Strawberry yang rapuh di tengah tekanan.
Istri Rektor ITS Prof Dr (HC) Ir Bambang Pramujati ST MScEng PhD tersebut menyampaikan bahwa meskipun akses pendidikan dan teknologi saat ini semakin terbuka luas. Tantangan mentalitas tetap menjadi perhatian utama bagi orang tua dan pendidik. Menurutnya, kecerdasan akademik harus dibarengi dengan daya juang yang kuat untuk menghadapi dinamika kehidupan yang kian kompleks seiring berjalanya waktu.
Merefleksikan makna Hardiknas di era saat ini, Dewi menekankan arah pendidikan Indonesia untuk bergerak ke arah yang lebih baik. Dengan tantangan yang ada, perempuan sebagai pendidik pertama anak perlu untuk terus mengawasi. “Tidak hanya memastikan generasi muda agar cerdas secara akademik, tetapi juga kuat secara karakter dan memiliki daya juang,” ujarnya.
Dewi menggambarkan semangat belajar layaknya daya baterai ponsel yang perlu diisi ulang atau recharge. Bagi seorang mahasiswa yang utama adalah niat dan tujuan hidup yang jelas. Namun, ia juga menekankan bahwa dukungan lingkungan, terutama dari keluarga sangat berperan untuk me-recharge semangat belajar para mahasiswa.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Yayasan DWP ITS Periode 2007-2011 ITS Dijah Listijowati Priyo Suprobo, turut memberikan perspektif mengenai pemerataan pendidikan di Indonesia. Ia menyoroti masih banyaknya ketimpangan fasilitas pendidikan yang terjadi di daerah terpencil. Menurutnya, sinergi pemerintah dan institusi pendidikan sangat diperlukan guna memastikan teraksesnya ilmu pengetahuan secara merata.
Dijah mengungkapkan bahwa masalah akses internet untuk e-learning serta kesejahteraan tenaga pendidik masih menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah. Peningkatan kualitas fasilitas digital seharusnya bisa berjalan beriringan dengan pemberian apresiasi yang layak bagi pengajar. “Terutama perihal kesejahteraan guru sebagai garda terdepan pendidikan,” tekan Dijah.
Kondisi tersebut pun turut menjadi perhatian Ketua DWP Unit Kerja Fakultas Sains dan Analitika Data ITS Prof Dr Dra Mardlijah MT. Menurutnya, perlu program yang dapat mendorong pemerataan kualitas pendidikan di seluruh Indonesia. “Penyesuaian fasilitas pendidikan serta peningkatan kesejahteraan guru, hingga kualitas pendidikan dapat lebih baik,” pesan Guru Besar Matematika Terapan ITS tersebut.
Menutup pesan Hardiknas-nya, Dewi mengajak seluruh mahasiswa untuk tidak sekadar mengejar gelar, tetapi berani menghadapi kegagalan sebagai bagian dari proses belajar. Ia berharap mahasiswa ITS mampu menjadi pembelajar yang kuat, memiliki integritas, dan kepedulian sosial yang tinggi.
Baginya mahasiswa harus mampu menjadi pembelajar yang tangguh serta cerdas. Semangat pengembangan karakter ini selaras dengan upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-4 mengenai Pendidikan Berkualitas guna mencetak sumber daya manusia yang unggul. “Karena dari proses itulah kalian akan tumbuh menjadi generasi yang kokoh dan bermanfaat bagi banyak orang,” tutup Dewi dengan penuh optimisme. (*)
Reporter: Syifa Rahmadina
Redaktur: Syahidan Nur Habibie Ash-Shidieq