
Kampus ITS, ITS News – Pembangunan di suatu wilayah harus memiliki perencanaan yang kompleks dan disusun secara sistematis. Menghadapi hal itu, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya membuka beberapa departemen yang terkait dengan konteks perencanaan maupun pengelolaan dalam pembangunan. Adalah Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK), serta Departemen Studi Pembangunan. Walaupun sama-sama berada dalam ranah tersebut, terdapat hal-hal mendasar yang menjadi perbedaan dari kedua departemen itu.
Departemen PWK sendiri termasuk ke dalam Fakultas Arsitektur, Desain, dan Perencanaan (FADP) ITS. Departemen tersebut berfokus pada perencanaan tata ruang (spatial planning) yang melibatkan aspek nonfisik dan fisik. Aspek nonfisik sendiri mencakup ekonomi, sosial, hukum, dan lain sebagainya. Sedangkan aspek fisik berupa infrastruktur kota yang mencakup sarana dan prasarana penunjang aktivitas suatu wilayah.
Dalam proses perkuliahannya, program studi sarjana PWK memiliki beberapa mata kuliah inti yaitu Perencanaan Kota, Wilayah, dan Pesisir. “Nantinya, mata kuliah tersebut dikembangkan melalui kelas studio maupun nonstudio,” ungkap Dian Rahmawati ST MT, sekretaris Departemen PWK ITS. Di samping itu, terdapat pula mata kuliah lainnya seperti Analisis Lokasi dan Keruangan, Sistem Informasi Perencanaan, Manajemen Kota, Tata Guna Lahan, dan lain sebagainya.
Di lain sisi, Departemen Studi Pembangunan tergabung dalam Fakultas Bisnis, Manajemen, dan Teknologi (FBMT) ITS. Departemen ini mengkaji terkait pembangunan manusia maupun masyarakat yang menggabungkan pendekatan keilmuan sosial humaniora dan teknologi.
Departemen yang berdiri pada awal tahun ini merupakan program studi pertama dan satu-satunya di Indonesia. Selama ini yang sudah ada adalah program studi yang lebih fokus pada pembangunan ekonomi. “Sedangkan, Studi Pembangunan ITS lebih mengedepankan pembangunan dalam bidang sosial yang didukung teknologi,” jelas Dekan Fakultas Bisnis dan Manajemen Teknologi (FBMT) ITS, Prof Dr Ir Udisubakti Ciptomulyono MEngSc.
Pada departemen tersebut, para mahasiswa diajak mempelajari, menganalisa, dan mengambil keputusan melalui berbagai dimensi. Demi mencapai kompetensi tersebut, departemen kedua di FBMT ini menyediakan berbagai mata kuliah, seperti Hukum dan Kebijakan Publik, Sosiologi Pembangunan, Manajemen Proyek, Pembangunan dan Advokasi Masyarakat Lokal, dan lain sebagainya.
Secara keseluruhan, kedua departemen ini memiliki kesamaan dalam mengelola pembangunan di Indonesia. Selain itu, keduanya juga memiliki tahapan kinerja dari merencanakan hingga mengevaluasi program pembangunan yang telah dibentuk. Namun, departemen PWK lebih berfokus pada lingkup penataan ruang, sedangkan departemen Studi Pembangunan lebih berfokus pada manajemen sumber daya manusia.
Tentunya, fokusan tersebut tidak hanya dilihat dari satu aspek, tetapi juga berbagai aspek yang kompleks. Sehingga, diharapkan kedua departemen ini dapat saling bersinergi untuk membangun Indonesia yang maju dan beradab kedepannya. (vi/mir)