Perdana, IO ITS Gelar Lets Talk

Published on
By

Empat pembicara tersebut berasal dari negara di ASEAN. Keempat pembicara saling  berinteraksi dengan peserta sembari mengutarakan berbagai program internasionalisasi yang ada di kampusnya.

Salah satunya disampaikan oleh Jaypy Tenerife dari Technological Institute of the Philippines (TIP). Ia mengambil contoh program sederhana seperti pemberian penghargaan bagi karyawan yang ingin mengangkat telepon dalam Bahasa Inggris.

Cara sederhana seperti itu menurutnya telah terbukti meningkatkan semangat internasionalisasi bagi para karyawannya. "Alangkah baiknya bila ITS dapat mengikuti langkah ini," ujar Jaypy.

Selain itu, dalam pemaparannya Ketua IO ITS  Maria Anityasari ST ME PhD menegaskan kembali bahwa Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) telah dimulai. Menurutnya, sudah bukan waktunya lagi untuk tidak bisa berkomunikasi. "Meskipun masih banyak masyarakat yang segan mengungkapkan pendapat, suatu hari nanti pasti akan bisa," terangnya yakin.

Dari diskusi yang dipaparkan pembicara, secara keseluruhan ITS tidak dapat dikatakan tertinggal dari universitas di ASEAN. Hal itu terlihat dari sebagian besar cara yang diterapkan dalam misi internasionalisasi ITS.

Setelah puas berdiskusi, acara ini ditutup dengan launching buku Menapak Globalisasi Langkah Cerdas ITS Menuju World Class University. Buku tersebut berisi kondisi beberapa kampus berstandar internasional. "Isinya bersumber dari rangkuman para karyawan yang magang di Thailand, September 2014 silam," pungkasnya. (qi/pus)

×