Tidak sembarang orang bisa memahami mengenai Instrumentasi yang dipaparkan pada kuliah tamu yang bertajuk The Latest Instrumentation Technologies in Oil and Gas Industry. Kebanyakan peserta dari kuliah tamu ini adalah mahasiswa semester atas dan dosen di jurusan Teknik Fisika. Kegiatan yang diadakan di Ruang Sidang Teknik Fisika menghadirkan Ir Muchid yang juga staf di Qatar Gas.
"Tujuan dari kuliah tamu kali ini adalah memberi khasnah pada mahasiswa tentang posisi Teknik Fisika di dunia kerja," ujar DR Bambang Lelono W ST MT sebagai Ketua Jurusan Teknik Fisika. Diadakannya acara ini juga sebagai peringatan acara 45 tahun Jurusan Teknik Fisika, tambahnya.
Diawali dengan pemamparan akan kebutuhan energi di dunia, Muchid mengungkapkan ketergantungan energi yang kronis saat ini. "Fakta ini membuktikan kebutuhan energi semakin meningkat, negara- negara berlomba- lomba untuk membangun kilang energi berupa LNG", papar Muchid saat memulai kuliah tamu. LNG lebih efisien dalam hal volume dan transportasi karena memadatkan gas ke dalam bentuk liquid, lanjutnya.
Muchid juga memaparkan bagaimana proses instrumentasi di LNG. Salah satunya yaitu saat beliau memaparkan mengenai Integrated Control and Safety System (ICSS). "ICSS yaitu bagaimana cara mengkontrol proses dan keamanan sekaligus", tutur pria yang pernah bekerja di PT Badak ini.
Dijelaskan pula bagaimana keadaan kontrol di LNG itu sendiri. Misalanya saja saat Muchid menjelaskan ada tujuh macam sensor pendeteksi api yang dipakai. "Keamanan adalah hal penting yang harus diperhatikan dalam produksi. Hal terparah yang bisa terjadi adalah meledaknya kilang dan bisa mengakibatkan kematian banyak orang," jelas Muchid.
Saat sesi tanya jawab dibuka, para peserta pun banyak bertanya pada Muchid bahkan ada peserta yang menanyakan empat pertanyaan sekaligus. "Bagaimana cara agar anak bangsa bisa berkontribusi dalam bidang instrumentasi?" tanya Joko yang merupakan salah satu penanya. "Menjiplak", jawab Muchid. Menjiplak disini dalam artian positif yaitu menerapkan apa yang sudah ada dan berimprovisasi untuk menghilangkan kekurangnnya, jelas Muchid. (el/fn)