Pengunjung BKI XII Melonjak Drastis

Published on
By

Dihelat selama dua hari, BKI XII SAC ITS menarik banyak minat para jobseekers. Ratusan lowongan yang disediakan terdiri atas berbagai level, mulai dari operator hingga manajer. Ada 27 perusahaan yang mengikuti kegiatan tersebut. Mereka bergerak di berbagai bidang seperti jasa, engineering, dan keuangan.

Tercatat lebih dari 5.000 pengunjung datang pada BKI tahun ini. "Kami sudah mengira akan ada peningkatan jumlah pengunjung, itu pasti terjadi di setiap tahunnya," ujar Ir Heru Lumaksono, ketua panitia BKI XII. Untuk tiket masuk, pengunjung cukup membelinya dengan harga murah. Bagi mahasiswa ITS yang bisa menunjukkan kartu mahasiswa, dikenai Rp 3.000, sedangkan mahasiswa selain dari ITS Rp 5.000.

Lonjakan pengunjung terjadi pada hari kedua. Tak tanggung-tanggung, panitia harus berulang kali mengcopy kitir (kertas sebagai tanda yang harus dilampirkan di setiap aplikasi lamaran, Red) untuk memenuhi permintaan pengunjung. "Kami tak menduga jika di hari kedua ada pengunjung sebanyak itu, tapi kami selalu siap siaga melayani para jobseekers yang hadir dalam BKI XII ini. Alhamdulillah semua dapat terlayani," terang Heru. Panitia juga menyediakan satu stan untuk memenuhi kebutuhan para pengunjung seperti fotokopi, printing, dan scan pas foto.

Selain melayani rekrutmen, BKI XII juga menampilkan pameran dan presentasi industri. "Ada beberapa perusahaan yang hanya mempresentasikan perusahaannya saja tanpa melakukan rekrutmen, namun ada juga yang hanya menampilkan stan pameran saja. Kami melayani semuanya, baik perusahaan yang tampil di BKI maupun para jobseekers yang ingin mencari pekerjaan. Semoga mereka semua puas," pungkas Heru.

Lulusan ITS hanya Knowledge
Seperti diketahui, Bursa Karir merupakan agenda tiap semester di ITS. Tujuannya adalah menjembatani lulusan perguruan tinggi yang mencari kerja dan perusahaan.

Mengenai fresh graduate, dikatakan Heru yang juga Bidang Kerjasama dan Rekrutmen SAC ITS, harus lebih mempersiapkan diri. "Selama ini persiapan mereka kurang bahkan cenderung asal melamar pekerjaan," kata Heru.

Ditanya lebih lanjut menganai kiprah lulusan ITS di dunia kerja, Heru mengatakan bahwa lulusan ITS masih kurang dalam hal komunikasi. "Selama ini banyak masukan dari perusahaan-perusahaan yang telah bekerjasama dengan SAC. Mereka mengatakan, lulusan ITS telah cukup dalam knowledge, namun masih kurang dalam skill komunikasi dan penampilan," katanya.

Selain skill komunikasi danm penampilan, Heru menambahkan bahwa perusahaan membutuhkan karyawan yang jujur,
disiplin serta punya kemampuan mengembangkan potensi diri. "ITS melalui SAC sebenarnya telah menyediakan pelatihan yang bersifat pengembangan soft skill. Namun selama ini masih kurang dimanfaatkan mahasiswa ITS yang akan terjun ke dunia kerja," katanya. (Jie/asa/ftr).

×