Tabligh akbar ini merupakan serangkaian acara dari Parade KMI 2013 yang diselenggarakan oleh Keluarga Muslim Informatika (KMI)-Lembaga Dakwah Jurusan Teknik Informatika. Acara ini turut mengundang penulis buku Tuhan Maaf, Kami Sedang Sibuk, Ahmad Rifa’i Rif’an.
Pemuda muslim sekarang masih banyak yang menghabiskan waktu untuk kegiatan tidak bermanfaat. Padahal hal positif yang dilakukan pada masa muda akan berdampak besar pada masa depannya. ”Lalu bagaimana seharusnya pemuda muslim dalam bertindak?,” tanya Ahmad Rifa’i pada peserta.
Ia mengatakan bahwa seorang muslim haruslah indah akhlaknya, luas wawasannya, tekun ibadahnya, baik ilmu ibadahnya, dan hebat prestasinya. Alasannya, karena umat muslim telah memiliki semuanya untuk meraih kriteria tersebut.
Alasan pertama adalah teladan yang sempurna. Umat muslim telah mempunyai teladan yang baik pada diri Nabi Muhammad SAW. Kedua, ajaran yang sempurna yaitu Islam. ”Jika kita mempelajari Islam dan Alquran dengan benar maka tidaklah perlu ada motivator lagi,” ucapnya. Ini dikarenakan pada Alquran telah terdapat semua pelajaran dan tuntunan hidup.
Menurutnya, pemuda muslim haruslah hebat dalam berprestasi. Jika berprestasi maka dapat mengajak yang lain untuk berbuat baik. ”Jadilah orang yang tidak biasa, karena yang tercatat dalam buku seejarah adalah orang yang pertama bukan orang kedua, ketiga atau bahkan lebih,” tegas Alumni Teknik Mesin ini.
Untuk meraih prestasi diperlukan beberapa langkah yaitu dream, action, dan pray. Ia mengatakan bahwa buatlah mimpi yang besar dan tak biasa kemudian tulislah. ”Dengan menuliskan mimpi maka akan membuat kita mudah mengingatnya,” tuturnya.
Dream adalah do’a kepada Allah. Semakin banyak dosa yang dilakukan, semakin jauh pula dari apa yang kita inginkan. ”Sebelum melakukan sesuatu haruslah bertaubat atas apa yang telah kita kerjakan sebelumnya,” ungkap Ahmad Rifa’i.
Segala impian yang telah dibuat haruslah dibarengi dengan action. Mimpi yang tidak dibarengi dengan action akan sia-sia. Terakhir yang tak boleh lupa adalah berdo’a kepada Allah. Orang yang sukses pasti baik dalam ibadahnya. ”Contohnya adalah Sandiga Uno, ia tak pernah absen dalam sholat dhuha karena menurutnya dhuha itu mengayakan. Sehingga ia mampu menjadi orang terkaya ke-27 di Indonesia,” pungkasnya. (ady/ran)