Apa rekomendasi dari hasil penelitian itu? Menurut Prof Kunihiro Ogihara, pembangunan Teluk Lamong sebagai bagian dari upaya untuk memperluas Pelabuhan Tanjung Perak sebaiknya jangan dilakukan secara menyuluruh di kawasan itu. Namun harus disisakan untuk kawasan konservasi sebagai penyeimbang dari rencana pembangunan di sana terhadap ekosistem yang kini masih berfungsi baik.
”Kami melakukan studi ini untuk memberikan yang terbaik berdasarkan beberapa pengalaman pembangunan serupa yang dilakukan di beberapa pelabuhan Jepang. Kita harus mempertahankan sebagian kawasan itu untuk kepentingan konservasi,” kata Kunihiro.
Dikatakannya, dalam penelitian awal yang nanti akan ditindaklanjuti hingga tahun 2008 sebagai bagian dari penelitian bersama antara Toyo University, Tohoku Gakuin Univerity dan ITS, pihaknya telah menemukan berbagai kondisi yang sangat baik terhadap biota dan kehidupan burung yang ada di sana. ”Ini tidak menutup kemungkinan jika dalam pembangunan Teluk Lamong dilakukan secara menyeluruh dan tidak menyisakan sebagian kawasan untuk konservasi, maka kondisi yang baik saat ini akan buruk atau hilang,” katanya.
Demikian juga dengan tingkat sidimentasi dari beberapa aliran sungai yang ada di sekitar kawasan itu, hingga kini masih cukup baik. ”Tapi saya tidak menjamin tingkat sidimentasi itu akan tetap jika sekali lagi pembangunan Teluk Lamong itu tidak menyisakan kawasan untuk konservasi,” katanya.
Prof Dr Ir Nadjadji Anwar MSc, yang ikut dalam tim penelitian dan mendampingi dalam pemberian kuliah tamu itu mengatakan, penelitian yang dilakukan antara ITS dengan dua perguruan tinggi di Jepang itu merupakan bagian dari upaya memberikan yang terbaik bagi pembangunan di Surabaya. ”Jepang punya pengalaman-pengalaman baik didalam mengembangkan kawasan yang mirip dengan kawasan Teluk Lamong. Kenapa keberhasilan mereka tidak bisa kita adopsi dengan melakukan penelitian serupa untuk Teluk Lamong,” katanya.
Nadjadji yang sebelumnya juga melakukan penelitian terhadap beberapa aliran sungai yang bermuara di Teluk Lamong mengatakan, ke depan fokus penelitian yang akan dikembangkan di kawasan Teluk Lamong lebih pada aspek lingkungan dan pengaruhnya jika dilakukan pembangunan di sana. ”Studi ini sangat menarik, karena kita telah punya pembanding dengan pembangunan serupa yang dilakukan di Jepang, sehingga kesimpulannya pun diharapkan akan memberikan yang terbaik buat Surabaya,” katanya. (Humas/ftr)