Sebagai perusahaan penyedia piranti lunak, sistem kerja SAP tak seperti perusahaan penyedia piranti lunak yang lain. Perusahaan yang bermarkas di Jerman ini, lebih terfokus menyediakan perangkat lunak untuk bisnis atau yang lebih dikenal dengan enterprise computing. ”kami bukan penyedia software personal computing,” ungkap Singgih Wandoyo, Managing Director PT SAP Indonesia.
Singgih menambahkan, pengguna dari produk SAP untuk saat ini mencapai 15 ribu perusahaan di seluruh dunia. Angka tersebut akan terus bertambah seiring dengan berkembangnya teknologi informasi. ”Semakin banyak konsumer, semakin banyak juga konsultan yang kita butuhkan,” terang alumnus Jurusan Teknik Elektro ITS tersebut.
Tak hanya sampai di situ, sebagai perusahaan penyuplai software, SAP juga membutuhkan teknisi-teknisi handal yang mampu menjembatani antara teknologi informasi dan bisnis. Sehingga, semakin banyak pebisnis yang bekerjasama dengan SAP, jumlah teknisi penghubung yang dibutuhkan juga semakin besar.
Riyanto Gozali, Presiden Direktur PT Konsulindo Informatika Perdana, mengatakan ancaman terbesar dunia kerja teknologi informasi saat ini berasal dari India. Pasalnya, India merupakan pemasok terbesar sumber daya manusia untuk bidang teknologi informasi di seluruh dunia.
Riyanto melanjutkan, China merupakan negara selanjutnya yang menjadi ancaman terbesar. Hampir di semua sektor teknologi informasi, China selalu mengambil bagian. Mulai dari jenis teknologi yang paling rendah hingga teknologi tingkat tinggi. ”Mereka hanya lemah dari segi bahasa saja,” ujarnya.
Sehingga, peran ITS sebagai institut teknik unggulan di Indonesia sangatlah penting. Bukan tidak mungkin jika kampus perjuangan ini terlambat dalam bergerak, posisi penting dalam dunia teknologi informasi Indonesia akan dikuasai pihak asing. ”Untuk itu, kuliah tamu seperti ini merupakan bekal yang sangat penting,” ungkap Ir I Ketut Gunarta MT, dosen Jurusan Teknik Industri ITS.
Gunarta pun berharap, kuliah tamu seperti ini dapat dilakukan secara rutin. Lebih dari itu, manfaat dari kuliah tamu ini diharapkan bisa dirasakan oleh mahasiswa maupun perusahaan yang menjadi narasumber. ”Bukan tidak mungkin mahasiswa bisa bergabung dengan perusahaan,” pungkasnya. (ali/esy)