Pelajari Budaya Sebelum Kerja di Jepang

Published on
By

Dikatakan Prof Dr Bambang Rudyanto MSc, dalam kuliah tamu bertajuk Perkembangan Terkini Jepang dalam Bidang Pendidikan, Bisnis dan Teknologi, Jepang merupakan negara yang masih kental dalam adat dan budaya. "Jadi sangat perlu memahami adat Jepang supaya tidak terjadi salah paham dengan teman kerja di perusahaan," ujarnya.

Menurut profesor fakultas ekonomi dan bisnis Wako University itu, salah satu budaya yang sangat terkenal di Jepang adalah budaya tepat waktu. Budaya ini telah menjadi ciri khas orang jepang dalam melakukan pekerjaan. Hal ini sangat terlihat ketika mereka akan mengadakan janji temu dengan orang asing.  

Selain itu, Jepang terbiasa dengan perencana detail dan telah dibentuk jauh hari sebelumnya. Bagi orang Jepang, setiap hal yang besar memerlukan sebuah persiapan yang sudah matang. Namun, tak jarang hal ini membuat Jepang kesulitan dalam menghasilkan keputusan yang cepat.

Disamping itu, dikatakan komisaris Independen PT Mandom Indonesia itu, mencari pekerjaan sangatlah mudah di Jepang. Sebab, Jepang menghasilkan ketentuan pemerintah yang memprogram proses pencarian karyawan secara nasional. Perekrutan karyawan baru diperbolehkan selama enam bulan setelah mahasiswa baru lulus dari universitas.

Setelah itu, perusahaan tidak diperbolehkan melakukan perekrutan lagi. Selama enam bulan yang sama, freshgraduate juga menentukan untuk mencari pekerjaan atau melanjutkan pendidikan. "Dengan adanya program ini, pemerintah sangat membantu mengurangi angka pengangguran di Jepang. Terbukti 90 persen freshgraduate dijamin mendapat pekerjaan setelah lulus," ujar Bambang.

Kerja di Jepang, juga sedikit berbeda dengan negara lain. Hampir di semua perusahaan, karyawan dikontrak kerja minimal tiga tahun. Kemudian setelah tiga tahun, karyawan tersebut dapat memutuskan untuk lanjut atau pindah ke perusahaan lain. "Kerja di Jepang menuntut disiplin yang tinggi. Jadi harus benar benar berkomitmen," pungkasnya. (ven/akh)

×