Peduli Perawatan Bayi, Menangkan Nokia Olympiad

Published on
By

Tiga mahasiswa angkatan 2009 ini adalah Agus Budi Raharjo, Gamal Abdul Nasser, dan Imam Anugerah Lubis. Mereka tergabung dalam tim yang diberi nama IF-304, yakni Laboratorium Intelligent System, tempat mereka menimba ilmu. Tak ayal, seluruh anggota tim ini merupakan mahasiswa yang tergolong expert dalam hal membuat program.

Meski begitu, Agus mengakui bahwa pemrograman windows phone merupakan hal baru bagi mereka bertiga. Terkecuali dia sendiri yang sudah pernah mencoba-coba membuat program sederhana. Beruntung, pada akhir November tahun lalu terdapat pelatihan pembuatan program dengan windows phone.

Ternyata setelah pelatihan tersebut, dosen mata kuliah pemrograman mobile memberikan tugas untuk membuat program dengan windows phone. Padahal, sebelumnya, mata kuliah pemrograman mobile tersebut lebih fokus pada mobile symbian. ”Semua final project dari mata kuliah itu diikutkan ke lomba ini,” ujar Agus sambil tersenyum.

Akhirnya, mereka brainstorming bersama-sama. Awalnya, mereka kesulitan lantaran meraba-raba dari nol untuk pemrograman tersebut, terlebih ketika pencarian ide. Ide yang mereka gagas berupa panduan perawatan bayi.

Mulai dari informasi tentang perawatan bayi, perkembangan bayi, imunisasi, berbagai penyakit bayi, hingga mengukur bobot ideal bayi pun berusaha mereka cari tahu. Tak heran bila aplikasi ini diberi nama Si Kecil. Sebab aplikasi tersebut memang berbicara tentang segala hal yang berbau anak kecil.

Ide itu tak datang dengan sendirinya. Mereka mengaku terinspirasi dari dua dosen jurusan mereka yang sedang hamil. Dikatakan Agus, ibu hamil yang punya banyak aktivitas cenderung kesulitan memantau perkembangan bayinya. Di sisi lain, ibu-ibu yang hamil untuk pertama kalinya juga tidak memiliki banyak pengetahuan tentang bayi. ”Sehingga dibutuhkan aplikasi yang dapat membantu para calon ibu untuk belajar tentang bayi,” paparnya.

Mereka menggunakan API service urbanesia.com dalam aplikasinya, dalam hal ini urbanesia hanya menjadi salah satu tool untuk pencarian rumah sakit terdekat. Urbanesia sendiri adalah sebuah web portal yang menyajikan informasi mengenai gaya hidup dan tempat-tempat bisnis yang ada. Menurut Agus, API Urbanesia tersebut tergolong sulit karena koddingannya berbeda. ”Kalo koddingan standar sih bisa,” ujarnya.

Uniknya, mereka baru meng-upload aplikasi mereka ke website pendaftaran lomba tersebut pada detik-detik terakhir. Padahal kala itu, deadline lomba sempat diundur seminggu dari deadline sebelumnya. Tak pelak, mereka senangnya bukan main saat tahu bahwa deadline diundur. ”Saat itu program kami belum selesai,” lanjutnya.

Ketika deadline sudah diundur, ternyata tak membuat program mereka berhasil dengan baik. Hal ini terjadi lantaran API Urbanesia yang mereka terapkan pada program mereka tidak dapat berjalan. Bahkan hingga dua hari sebelum deadline pengumpulan, API service belum dapat diterapkan. ”Untungnya, pada hari terakhir pengumpulan kita berhasil menerapkan API service-nya,” tuturnya berkisah.

Deadline pengumpulan video demo aplikasi tersebut adalah pukul 23.59. Malam hari itu, tiga mahasiswa ini berjuang menerapkan API pada aplikasi mereka. Hingga video demo mereka selesai paada pukul 23.00 tepat. Beruntung, mereka berhasil mengirimkan video demo aplikasi mereka sebelum tenggat waktu yang ditentukan. ”Video kita ter-upload pada jam 23.45, pada detik-detik terakhir pengumpulannya,” pungkasnya lega.

Mendapat penghargaan emas sama sekali di luar prediksi mereka. Bahkan awalnya mereka tidak terpikir sama sekali akan mendapat juara. Sebab yang ada dalam pikiran mereka adalah bisa mengerjakan tugas yang diberikan oleh dosen. ”Ternyata yang lolos dari ITS hanya punya kita,” ujarnya tak menyangka.

Akhirnya mereka diundang ke Jakarta untuk mempresentasikan program mereka lebih detail lagi kepada developer Nokia Indonesia. Rencananya, aplikasi ini akan dikembangkan lagi dan akan dimasukkan ke dalam aplikasi Nokia windows phone. Pengembangan yang ingin diterapkan yakni pengambilan data dari seluruh ibu hamil yang menggunakan aplikasi tersebut. ”Sehingga, bisa didapatkan data kesehatan bayi seluruh Indonesia,” paparnya. (fin/esy)

×