Ketika Rektor Berlakon di Ketoprak Humor

Tujuh Tahun ITS Konsisten Bina Siswa MA

Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kian tegas mengokohkan Tridharma Perguruan Tinggi melalui berbagai bentuk pengabdian masyarakat. Salah satunya melalui Program Pendidikan Terapan Bidang Teknologi Informasi (Prodistik) untuk 28 Madrasah Aliyah (MA) di Jawa Timur dan Kalimantan. Kegiatan ini sendiri sudah terlaksana selama tujuh tahun.
ITS Ajarkan Siswa Madrasah Cara Bikin Robot

ITS gelar Program Pendidikan Terapan dalam Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (Prodistik), Sabtu (26/11). Melalui salah satu agendanya, Prodistik Competition for Madrasah in IT-New Generion Version 6 (PROCOMMIT-NG V6), ITS mengajari para siswa Madrasah untuk membuat robot. Tak hanya diajari, merekapun dibolehkan untuk unjuk gigi memperlihatkan robot yang telah dibuat dalam kegiatan ini.
Tumbangkan Ribuan Proposal, Agung Kantongi 30 Juta

Terjun ke dunia digital merupakan pilihan tepat bagi Anak Agung Ngurah Surya Laksmana. Ketertarikannya bidang IT mendorongnya menciptakan teknologi aplikasi mencegah terjadinya kasus pencurian kendaraan bermotor. Berkat aplikasinya, ia berhasil membawa pulang hadiah utama Rp 30 juta rupiah dari PT XL Axiata Tbk, Rabu (16/11) lalu.
Cara Cepat Diterima di Perusahaan Ala Diko

Perluas Hutan Kampus dengan 300 Pohon

Pengaruh IPK Terhadap Pekerjaan Alumni ITS.

Banyak mahasiswa yang belajar keras mengejar Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tinggi. Banyak pula yang mengejar IPK standar dan lebih meningkatkan softskill. Lalu sepenting apakah IPK bagi alumni ITS dalam dunia pasca kuliah?
Mahasiswa ITS, Jawara Lomba Digitalisasi Kota

Dalam lomba Smart Digitizing Your City 2016, dua mahasiswa ITS berhasil menyabet juara satu dan juara favorit pada Rabu (16/11) kemarin. Mereka adalah Anak Agung Ngurah Surya Laksmana dan Muhammad Ali Fikri. Keduanya mengunggulkan aplikasi yang mereka namakan Safety Parking dan Taponesia.
Salah Jurusan atau Belum Nyaman?

Satu masalah krusial mahasiswa baru atau mungkin beberapa mahasiswa lama adalah krisis kepercayaan diri dengan apa yang dijalani dan dihadapinya. "apa saya benar melakukan hal ini?," begitu gambaran singkat yang saya prediksi selalu menggerayangi pikiran-pikiran mereka hari demi hari. Beberapa mahasiswa sudah menikmati, beberapa yang lain berat hati menjalani. Begitu mungkin bagaimana paham dikotomi terjadi.