Penelitian Dosen ITS Dapat Penghargaan Teknologi Industri Kreasi Indonesia 2004

Lagi ITS mencatatkan prestasi di tingkat nasional. Kali ini nama Prof Ir I Nyoman Sutantra, MSc PhD yang mencatatkan prestasi itu dan berhak untuk menerima pengahargaan Teknologi Industri Kreasi Indonesia 2004 dari Deperindag, Kamis (14/10) hari ini.
UK Pramuka Adakan Donor Darah
Meski kegiatan serupa sudah sering diadakan tapi donor darah yang diaakan oleh UK Pramuka ini tetap ramai. Terbukti kelima tempat tidur untuk tranfusi darah selalu terisi.
Dianggap Buangan, Sulit Naik Pangkat
Profesi sebagai pustakawan tampaknya selalu jarang dilirik oleh kebanyakan orang. Bagi mereka bidang pustaka adalah pilihan terakhir dari sejumlah pilihan bidang profesi.
Tokoh Di Balik Pelatihan Aparat Pemerintah Kota Surabaya

Mengatur suatu pelatihan yang menyangkut staf pemerintah kota (pemkot) tidaklah mudah. Namun, kesemuanya itu dapat diatasi oleh pria tinggi besar ini. Di tangannya, Pelatihan Aparat Pemkot Surabaya dapat terwujud dan terlaksana.
Terpilih, "capres" dari ITS

Setelah melaui proses yang mendebarkan, akhirnya Sabtu (26/06) kemarin, 2 finalis dari ITS berhasil menjadi pemenang Debate Contest on Presidential Election for University Student.
Hari Kedua SPMB, Ada Peserta Membawa HP

Di tengah kelancaran berlangsungnya SPMB, salah satu peserta ketahuan membawa hand phone (HP) saat ujian berlangsung. Sesuai aturan, penggunaan alat elektronik dilarang keras saat ujian berlangsung. Simak beritanya.
Semangat Yunani ITS Membawa Enam Penghargaan Pimnas

ITS berhasil membawa enam penghargaaan dan masuk dalam sepuluh besar dari 36 perguruan tinggi yang ikut dalam Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) 2004 yang berlangsung di STT Telkom Bandung pekan lalu.
UTM Tawarkan Beasiswa dan Riset Bersama Dosen-dosen ITS
Universitas Teknologi Malaysia (UTM) menawarkan beasiswa dan riset bersama bagi dosen-dosen ITS. Selasa (3/8) siang, Dekan Pascasarjana UTM, Prof Dr Rahmalan bin Ahamad memberikan penjelasan kepada sebagian besar dosen muda di Kampus ITS Sukolilo.
Rekayasa Biomedika Bisa Hemat Devisa Negara
Pengembangan sistem rekayasa biomedika (biomedical engineering system–SRB) secara optimal akan sangat menghemat devisa negera. Ini berkait dengan jumlah belanja peralatan medis yang mencapai angka Rp 1 trilun per tahun, yang sebagian besar impor.