Idul Adha dan Kesalehan Sosial
Sebenarnya tidak ada yang berubah dengan perayaan Idul Adha Tahun ini dengan tahun-tahun sebelumnya. Selalu saja ada kambing, penyembelihan, dan tentu saja bau kuliner kambing di setiap beranda rumah. Hanya saja perayaan Idul Adha yang jatuh di awal tahun ini seakan mengingatkan kita untuk dapat berkaca kembali pada diri kita masing-masing: apakah kita sudah saleh secara sosial?
Mahasiswi FKH Unair Ikut Bedah Kambing Kurban

Hari raya Idul Adha di ITS tahun ini, tak hanya memberikan kegembiraan bagi civitas ITS dan masyarakat sekitar ITS. Empat mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FKH Unair) kemarin datang di ITS untuk menjalani praktikum anatomi dengan pembedahan hewan kurban kambing. Untuk berhemat dan dalam rangka melengkapi tugas praktikum, empat mahasiswi itu ikut membedah kambing korban di sekretriat Masjid Manarul Ilmi ITS.
Jumlah Hewan Kurban di Manarul Ilmi Naik Drastis

Hari raya Idul Adha tahun ini disambut sangat antusias bagi sebagian warga ITS. Terbukti jumlah hewan kurban yang terkumpul bertambah. Untuk kambing, jumlahnya mengalami kenaikan cukup drastis, dari tahun lalu terkumpul 35 ekor sedangkan tahun ini mencapai 58 ekor. Sedangkan kurban sapi jumlahnya tetap, yaitu empat ekor. Berikut penuturan Dr Ali Musyafa, ketua panitia kurban Masjid Manarul Ilmi ITS.
Peringati Idul Adha, Tingkatkan Solidaritas Sesama Muslim
Memperingati hari raya Idul Adha ini rupanya umat Islam tengah diberi peringatan Allah SWT berupa bencana yang datang silih berganti. Peringatan itu tak lain agar umat Islam meningkatkan solidaritas sesama muslim. Dalam ceramah shalat Idul Adha di masjid Manarul Ilmi ITS Selasa kemarin (10/1), Dr Ir Sutardi MEng mengajak kepada para jamaah untuk ikhlas dalam berkurban untuk mewujudkan solidaritas sesama muslim.
Karena Fungsi Hidrologis Tumbuhan Sudah Hilang
Inilah penjelasan ilmiah yang bisa menjelentrehkan mengapa banjir bandang disertai tanah longsor terjadi di Jember. Menurut Ir Amien Widodo, ketua PSB (Pusat Studi Bencana) ITS (Institut Teknologi Sepuluh Nopember) Surabaya, semakin kuat dugaan bahwa penyebab musibah itu adalah terjadinya perubahan peruntukan dari hutan menjadi lahan persawahan dan perkebunan.
LKMM Pra-TD Ala MIPA, Dosen pun Jadi Pemandu

Walaupun kegiatan Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa Pra Tingkat Dasar (LKMM pra TD) menjadi kegiatan rutin tahunan bagi tiap jurusan di ITS. Namun, kali ini ada pemandangan berbeda terjadi pada Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) ITS, Sabtu-Minggu (7-8/1) lalu. Selain karena dilakukan dalam lingkup besar dalam satu fakultas, juga karena tim pelaksana bukanlah himpunan mahasiswa jurusan (HMJ), tapi dosen-dosen MIPA. Kali ini pun, mereka tidak sebagai pengajar, tapi pemandu pelatihan.
SMS : Tidak Cukup Ikhlas dan Semangat, Tapi Harus Benar

Niat memang merupakan syarat utama diterimanya amal yang kita perbuat. Namun, ternyata tidak cukup hanya niat ikhlas saja yang dibutuhkan. Sebab selain ikhlas, setidaknya ada dua poin lain yaitu semangat dan benar, juga wajib untuk diperhatikan. Contohnya pun ditelaah, mulai dari kasus bom hingga nilai istimewa salat berjamaah di masjid. Wacana ini dikupas dalam acara Sunday Morning Spirit (SMS), Minggu pagi (8/1) kemarin.
Manajemen Penanganan Bencana Perlu Dibenahi
Menyambut tahun baru 2006, rupanya alam Indonesia tidak ramah. Beberapa tempat di Indonesia mengalami bencana alam. Tercatat ada 2 bencana besar yang melanda Indonesia di awal tahun 2006 ini, banjir bandang di Jember dan tanah longsor di Banjarnegara. Bantuan dari pemerintah segera turun. Tindakan pemerintah yang sangat cepat ini selanjutnya menimbulkan pertanyaan, akankah pemerintah akan tetap serius menangani korban bencana? Mengingat apa yang terjadi di Aceh, setelah bencana tsunami terjadi yang setahun lalu, kinerja pemerintah dalam memulihkan keadaan masyarakat Aceh masih dapat dikatakan lamban. Masih banyak tenda–tenda pengungsian di wilayah Nanggroe Aceh Darussalam (NAD).
Formalin Dilarang, lalu Pengawet Apa yang Aman bagi Kesehatan?
Pemerintah dan aparat tak cukup hanya melarang pengusaha mengawetkan makanan dengan formalin. Dr Ida Soeid MS, dosen Jurusan Kimia Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, punya solusi murah untuk menggantikan bahan yang berbahaya bagi tubuh itu.