Agar Anak Muda Tidak Gaptek
Panitia Lomba Cipta Elektronik Nasional (LCEN) ke-11 ITS bisa berbangga hati. Sebab, ajang tahunan tingkat nasional ini mendapat dukungan penuh dari jajaran pimpinan ITS.
Alat Pencari Posisi lewat Teknologi HP ala Mahasiswa ITS
Mengetahui posisi seseorang atau sebuah benda semakin mudah. Salah satunya menggunakan alat ciptaan Laudi Heryasin, mahasiswa Teknik Informatika ITS.
Surabaya, Kota Pertama HEF 2006
Indonesia menggelar pameran pendidikan Holland Education Fair (HEF) 2006. Bertempat di Ballroom Sheraton Hotel Surabaya, hadir disana 19 institusi pendidikan tinggi dari Belanda.
Jawa Pos Turut Mendukung LCEN

ITS kembali menjalin kerjasama dengan sebuah perusahaan. Kali ini dengan harian pagi Jawa Pos terkait Lomba Cipta Elektronik Nasional (LCEN). Penandatanganan perjanjian kerjasama (MoU) dilakukan oleh Rektor ITS, Prof Dr Ir Mohammad Nuh DEA dan pimpinan redaksi Jawa Pos, Azrul Ananda, Jumat (3/2) di Rektorat ITS.
Lewat Muqim 2 JMMI Bentuk Kader Tangguh
Demi membentuk kader-kader pengurus yang tangguh, maka Jamaah Masjid Manarul Ilmi (JMMI) mengadakan Muqim 2. Kegiatan yang dilaksanakan dengan memanfaatkan momen liburan semester ini ditempatkan di Ponpes Mahad ‘Aly Persis, Bangil. Puluhan pengurus yang telah mengikuti Program Studi Islam 2 (PSI 2) mengikuti kegiatan kaderisasi JMMI ini.
Aplikasi Mobile Guide Untuk Mengetahui Posisi Lewat Telepon Seluler

Pengawasan terhadap barang atau orang kini sudah makin mudah. Apalagi sejak ditemukannya teknologi Global Positioning System (GPS). Jika sebelumnya teknologi ini terbatas untuk mengidentifikasi lokasi si pemegang alat, maka dengan penemuan aplikasi mobile guide ciptaan mahasiswa ITS, kita bisa melacak keberadaan seseorang lewat telepon seluler berbasis GPS. Adalah Laudi Heryasin, mahasiswa Fakultas Teknik Informatika ITS angkatan 2002 yang mengembangkan aplikasi tersebut melalui Tugas Akhir (TA) berjudul Perancangan dan Pembuatan Sistem Informasi dengan Menggunakan Teknologi GPS Berbasis G2 MEXML-RPC.
Separuh Lebih Lukisan Kaca Terjual di Hari Pembukaan Pameran

Apresiasi warga kampus ITS terhadap lukisan cukup besar. Ini terbukti dalam acara pembukaan pameran lukisan kaca hasil karya mahasiswa Arsitektur angkatan 2005, Rabu siang (1/2), lebih dari separuh dari 104 lukisan yang dipamerkan, laku terjual. Selain sebagai apresiasi para mahasiswa yang mengambil mata kuliah Estetika Rupa, pameran seni rupa ini juga untuk membantu korban bencana alam di Jatim.
Beasiswa Hingga Lulus Untuk 10 Mahasiswa ITS

Sepuluh mahasiswa ITS , Rabu siang (1/2) menerima beasiswa hingga yang bersangkutan lulus. Menariknya beasiswa ini tidak mensyaratkan nilai indeks prestasi (IP) yang diraih mahasiswa, tapi lebih pada pertimbangan faktor ekonomi. Pertimbangan ekonomi diambil dari pengalaman pribadi bahwa pencapaian IP kadang-kadang juga terbentur pada faktor ekonomi. Demikian dikatakan Direktur Operasional dan Perencanaan perusahaan pemberi beasiswa (PT Infoglobal Autoptima)
Gelar Pameran Lukisan untuk Bantu Korban Bencana Alam

Apa yang dilakukan mahasiswa baru ITS terutama dari Jurusan Arsitektur untuk membantu korban bencana alam, patut dijadikan contoh. Kenapa? Dengan keterampilannya melukis di atas kaca, mereka akan memamerkan hasil lukisan dari mata kuliah Estetika Rupa itu untuk dijual dan hasilnya akan disumbangkan untuk korban bencana alam di Jatim.