Program Eco-campus di Kampus ITS

Kampus ITS memiliki luas 180 hektar dengan lima fakultas yang keseluruhan melibatkan hampir 19.000 insan akademik yang terdiri dari mahasiswa, dosen, dan karyaman. Lebih dari itu, Kampus ITS juga memiliki sekitar 640 unit rumah dosen dan karyawan yang secara total wilayah kampus dihuni oleh setidaknya 3.000 jiwa. Jumlah populasi yang banyak ini tentu menghasilkan sampah padat yang tidak sedikit. Melalui program Eco-campus yang merupakan bagian dari Corporate Social Responsibility (CSR), ITS akan mengelola sampah padat di lingkungan ITS dan sekitar.
CSR Bentuk Tanggung Jawab Sosial ITS pada Sekitar

Sebagai institusi pendidikan, ITS memiliki Tri Dharma perguruan tinggi yakni, pendidikan, penelitian dan pengabdian pada masyarakat. Bila beberapa waktu lalu ITS telah sukses meraih akreditasi A dalam penilaian akademis dan operasional kampus, kini ITS tengah bersiap meluncurkan sebuah program baru di bidang pengabdian masyarakat dan penerapan penelitian civitas akademika, program tersebut adalah Corporate Social Responsibility ITS (CSR-ITS).
Program Corporate Social Responsibility ITS

Corporate Social Responsibility (CSR) merupakan fenomena strategi perusahaan yang mengakomodasi kebutuhan dan kepentingan stakeholder-nya. CSR timbul sejak era dimana kesadaran akan sustainability perusahaan jangka panjang adalah lebih penting daripada sekedar profitability. Dan, ITS akan me-launching program CSR, Eco-Campus, dan Program Hemat Energi ITS pada hari Kamis 10 Juli 2008, pukul 10.00 WIB bertempat di Medical Centre ITS.
ITS Dipercaya Jadi Pelaksana Tes TOEFL SBI

Kelas Sekolah Bertaraf Internasional (SBI) kini mulai menjadi favorit siswa, baik SMP maupun SMA. Untuk memasuki kelas SBI, setiap siswa baru harus melalui beberapa syarat yang salah satunya adalah tes TOEFL. ITS, yang dalam hal ini adalah UPT Bahasa dan Budaya mendapat kepercayaan untuk melaksanaan tes tersebut. Uniknya, peserta tahun ini membludak menjadi tiga kali lebih banyak daripada tahun lalu.
Kita Kenal, Kita Paham, Kita Selamat dari Bencana

Judul ini merupakan slogan untuk mengkampanyekan budaya keselamatan yang diamanatkan dalam UUD 1945 yang menyebutkan bahwa Negara bertanggung jawab melindungi segenap bangsa Indonesia, termasuk perlindungan atas bencana, dalam rangka mewujudkan kesejahteraan umum. Bencana yang sering melanda kita seharusnya bisa kita tangani bila kita mau belajar dari bencana ini.
Penemuan ITS, Kompor Berbahan Bakar Ethanol

Satu lagi karya ITS dikenalkan kepada masyarakat yaitu kompor berbahan bakar ethanol. Senyawa kimia yang selama ini dikenal sebagai bahan minuman beralkohol dan juga bahan campuran kosmetik dan parfum ini, ternyata dapat diubah menjadi bahan bakar pengganti minyak tanah.
Despro Unjuk Kreativitas Desain Interior

Terhitung mulai Rabu (25/6) hingga hari ini di Gedung R Jurusan Desain Produk Industri ITS akan diadakan Pameran Karya Mahasiswa bidang studi Arsitektur Interior. Selain menampilkan beragam tugas akhir mahasiswa, pameran ini juga diisi oleh berbagai karya dari mahasiswa angkatan yang lebih muda.
Idealnya ITS Miliki 200 Guru Besar

ITS kembali mengukuhkan Guru Besarnya. Profesor baru itu adalah Prof Ir I Nyoman Pujawan M.Eng Ph.D, staf pengajar Teknik Industri ITS kedua yang dikukuhkan sebagai Guru Besar (Gubes) dalam bidang Ilmu Rantai Pasok di Graha Sepuluh Nopember, Rabu (25/6). Dengan bertambahnya satu Guru Besar, kini Fakultas Teknologi Industri kini memiliki 23 Guru Besar. Dengan demikian ITS telah memiliki 68 Guru Besar.
Maba Pelajari Komputer dengan Matrikulasi

Senin kemarin program matrikulasi untuk mahasiswa baru (maba) ITS dari program PMDK Kemitraan dan Mandiri angkatan 2008 mulai dilakukan. Ternyata matrikulasi tahun ini sedikit berbeda dengan pelaksanaannya tahun lalu. Di hari pertama matrikulasi, Senin (23/6), maba dapat dengan baik menangkap materi, sebuah peningkatan dari tahun-tahun sebelumnya.