Ini Alasan VI-ROSE ITS Alami Gangguan

Keempat robot milik ITS akhirnya menyelesaikan semua running-test (percobaan, red) yang dihadapinya, Jumat (12/6). Jika pada percobaan pertama ITS berada di arena tanpa menghadapi lawan, maka pada percobaan kedua adalah sebaliknya. Hasilnya, performa 1-INA, Ichiro, dan RINY berhasil unggul atas tim lawan. Sayangnya, nasib naas dialami VI-ROSE dari kategori Kontes Robot Seni Indonesia (KRSI).
Robot Lain Unggul, VI-ROSE Alami Kerusakan

Keempat robot milik ITS
akhirnya menyelesaikan kesemua running-test (percobaan) yang ada, Jumat
(12/6). Jika pada percobaan pertama ITS berada di arena tanpa menghadapi
lawan, maka pada percobaan kedua adalah sebaliknya. Hasilnya, performa
1-INA, Ichiro, dan RINY berhasil unggul atas tim lawan. Sayangnya, nasib
naas ternyata sedang dialami VI-ROSE dari kategori Kontes Robot Seni
Indonesia (KRSI).
Empat Robot ITS Lakukan Running Test Pertama

Sebelum dilakukan babak penyisihan besok, setiap tim robot dari semua perguruan tinggi harus melakukan running-test (percobaan) robot pada arena sesungguhnya. Percobaan dilakukan sebanyak tiga kali dan nantinya hasil percobaan kedua akan menentukan plotting pertandingan besok. Oleh karenanya, Tim robot ITS pun tengah siap di arena dengan empat robot andalannya yakni Ichiro, 1-INA, RINY, dan VI-ROSE, Jumat (12/6).
Pelatihan UMKM, Maksimalkan Potensi Desa Sumberejo

Tim Robot Lintas Generasi Hadapi KRI

Kontes Robot Indonesia (KRI) Nasional yang akan dilaksanakan dua hari sejak Sabtu (13/6) rupanya tidak lepas dari peran penting berbagai pihak. Proses pemprograman hingga perakitan yang begitu rumit membuat aktivitas yang dinaungi Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Robotika ini membutuhkan banyak kontributor. Selain tim inti robot ITS yang sudah biasa bertanding, yakni angkatan 2012 dan 2013, ternyata ada pula bantuan yang datang dari mahasiswa baru dan mahasiswa tingkat akhir yang rela menunda kelulusannya.
Persaingan Merata, Ini Kata Tim Robot ITS

Banyaknya peserta Kontes Robot Indonesia (KRI) Nasional yang mencapai 108 tim dari seluruh Indonesia membuat persaingan antar tim semakin ketat. Tidak semata perguruan tinggi yang bereputasi dan terkenal dengan teknologinya saja, seperti Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Indonesia (UI), ataupun Universitas Gadjah Mada (UGM), tapi banyak pula perguruan tinggi lain yang mulai menunjukkan kecanggihan robotnya di arena pertandingan, Jumat (12/6).
ACG Terbangkan Harapan ASEAN Dengan Lentera

Ada yang berbeda di langit kecamatan Wonosalam, Jombang malam ini. Malam yang biasanya gelap seketika bertabur cahaya warna-warni. Ternyata, cahaya tersebut berasal dari lentera kertas yang diterbangkan oleh para peserta ASEAN Camp Ground (ACG) 2015. Dalam lentera tersebut, tertulis harapan mereka mengenai ASEAN di masa depan, Kamis (11/6).
Kumpulkan Mahasiswa Asing, ACG Gelar Pertunjukan Budaya

Gelaran ASEAN Camping Ground (ACG) digelar perdana pada tahun ini. Camp yang digelar di Kampoeng Djawi, Wonosalam ini mengumpulkan mahasiswa se-ASEAN untuk menjalani aktivitas bersama. Salah satu acara yang merupakan bagian gelaran ASEAN Youth Colaboration Festival (AYCF) ini adalah Cultural Festival. Dalam acara ini, mahasiswa dari berbagai negara dan regional saling unjuk gigi dalam menampilkan kebudayaan kebanggaannya, Kamis (11/6).
Realistis, Narayana Juarai Trisakti Oil Expo

Dianggap paling realistis dari tim lainnya, maket Oil Rig karya empat mahasiswa ITS ini berhasil menjadi juara Trisakti Oil Expo 2015, Jumat (12/6). Katangkasan mereka dalam menjawab pertanyaan juri pun menjadi tiket emas dalam menerima penghargaan Oil Rig Design Competition ini. Uniknya, maket yang dinamai Narayana ini tergolong jenis yang sederhana namun mampu memikat hati para juri.