Aplikasi Tanya Dong Juarai Kompetisi Bisnis

Siapa sangka mahasiswa teknik juga ahli dalam dunia technopreneurship? Meski tidak membidangi ilmu manajemen, beberapa mahasiswa ITS ternyata mampu bersaing dalam ajang dunia bisnis. Hal ini dibuktikan oleh Ikhwan Mohammad Iqbal melalui prestasinya sebagai juara dua dalam Enterpreneurship Week National Bussiness Plan Competition. Kompetisi yang dilaksanakan selama dua hari sejak Sabtu (10/10) itu digelar oleh Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam National Syarif Hidayatullah.

ITS Borong Medali Kontes Mobil Hemat Energi

Kontingen Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) berhasil memenangkan Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE) 2015, Minggu (25/10). Diwakili oleh dua mobil kebanggaan ITS, Sapu Angin dan Nogogeni, tim tersebut berhasil memboyong satu medali emas dan tiga medali perak. Kendati belum berhasil menjadi juara umum, kedua tim telah mendapatkan tiket untuk melaju ke Shell Eco Marathon Asia Maret mendatang.

Simposium Internasional Bahas Beton Ramah Lingkungan

Konsorsium Riset Geopolimer Indonesia (Korigi) mengadakan simposium internasional bertajuk Geopolymer Application for Sustainable Green Future di Hotel Swiss Bellin, Surabaya. Selama dua hari sejak Senin (26/10), Korigi mengupas tuntas tentang geopolimer. Sebelumnya, Korigi pernah mengadakan simposium bertajuk Malaysia-Indonesia Geopolymer Symposium di Kuala Lumpur, Malaysia pada Mei tahun lalu.

Berbisnis Online Lewat Blog Dinilai Potensial

Tak jarang mahasiswa yang kini mulai terjun di bisnis online. Banyak yang menilai bisnis online lebih mudah dan praktis. Berangkat dari kondisi tersebut, Jurusan Teknik Informatika (TC) ITS pun turut ambil bagian dengan menggelar kuliah tamu (kultam), Selasa (27/10). Tak tanggung-tanggung tiga pemateri pun didatangkan langsung dari PT Jakarta Denshi dalam kultam yang bertajuk Dunia Internet Indonesia Saat Ini dan Ke Depannya ini.

Junjung Bahasa Melalui Semangat Sumpah Pemuda

Ikrar sumpah pemuda 87 tahun yang lalu oleh para pemuda dalam Kongres Pemuda II memiliki makna yang mendalam. Ikrar ini menjadi pelecut semangat para pejuang untuk  meningkatkan rasa persatuan dan nasionalisme dalam mengusir penjajah dari tanah air. Salah satu poin yang diikrarkan oleh pemuda saat itu adalah bahasa Indonesia sebagai bahasa pemersatu bangsa.

Ikrar Pemuda Indonesia yang Tak Bersuara

"Kami, putera dan puteri Indonesia mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia. Kami, putera dan puteri Indonesia mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia. Kami, putera dan puteri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia." Rangkaian kalimat ikrar para pemuda Indonesia, masihkah terwariskan pada generasi kita dewasa ini?

NAW, Media Temu Ahli Akustik Indonesia

Sejak dikembangkan mulai tahun 1900an, Keilmuan di bidang akustik telah berkembangan pesat dan banyak menyentuh kehidupan sehari-hari. Namun sayangnya, ilmu yang mempelajari suara dan gejalanya ini masih tergolong asing di Indonesia. Sehingga berangkat dari hal tersebut, Jurusan Teknik Fisika ITS mengelar kegiatan bertajuk National Acoustics Workshop (NAW) yang berhasil mempertemukan para ahli di bidang akustik. Tak hanya itu, Acara tersebut juga menjadi inisiator wadah perkumpulan para ahli akuistik di Indonesia.

×